Alasan Mengapa Jalan Tol Tetap Ramai Saat Pandemi

Kompas.com - 23/11/2020, 11:02 WIB
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

JAKARTA, KOMPAS.comInfrastruktur jadi salah satu sektor industri yang terdampak signifikan karena Covid-19. Dibatasinya aktivitas masyarakat membuat pengguna jalan tol sempat menurun drastis pada awal-awal pandemi.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, penurunan arus lalu lintas saat berlakunya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mencapai 50-60 persen dibandingkan kondisi normal.

Bahkan di beberapa ruas, penurunan bisa mencapai 80 persen. Meski begitu, pada kuartal III dan kuartal IV tahun 2020, lalu lintas kendaraan di jalan tol mulai pulih dan berangsur normal.

Baca juga: Xpander Cross dan XL7 Saling Sikut, Ini Penjualan Low SUV Oktober 2020

Petugas mengatur arus lalu lintas di lokasi penerapan contraflow Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Kamis (29/10/2020)DOKUMENTASI PRIBADI Petugas mengatur arus lalu lintas di lokasi penerapan contraflow Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Kamis (29/10/2020)

Danang Parikesit, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT), mengatakan, ada beberapa hal yang membuat sektor jalan tol bisa bertahan di tengah pandemi.

“Kita melihat dua hal, pertama adalah consumer confidence,” ujar Danang dalam webinar, Sabtu (21/11/2020).

Traffic recovery di jalan tol relatif cepat karena masyarakat yakin bahwa sektor ini adalah sektor yang aman untuk digunakan layanannya, seperti adanya protokol kesehatan dan sebagainya,” katanya.

Baca juga: Momen Kecelakaan Pebalap Moto2 Aron Canet dan Lolos dari Maut

Tol Cimanggis-CibitungDokumentasi Waskita Toll Road Tol Cimanggis-Cibitung

Kedua, menurut dia, adalah investor confidence, atau keyakinan dari sisi investor bahwa sektor jalan tol bisa pulih dengan cepat.

Danang menambahkan, pemulihan ini diharapkan dapat menggairahkan kembali pembangunan jalan tol dan mendukung konektivitas infrastruktur transportasi.

“Sektor ini diharapkan jadi salah satu penghela investasi nasional yang cenderung melambat di kuartal satu dan dua. Mudah-mudahan consumer dan investor confidence terjaga,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X