Jumlah Kecelakaan Naik 24 Persen, Jawa Tengah Terbanyak

Kompas.com - 07/10/2020, 07:02 WIB
Mazda CX-5 milik Ronald Touwani yang mengalami kecelakaan di tol Semarang-Solo. IstimewaMazda CX-5 milik Ronald Touwani yang mengalami kecelakaan di tol Semarang-Solo.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat pada 28 September sampai 4 Oktober 2020 atau pekan ke-40 tahun ini, telah terjadi 1.377 kecelakaan lalu lintas (laka Lantas) secara nasional.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, mengatakan, jumlah ini diklaim mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya.

“Sesuai dengan data yang kami sajikan di atas bahwa apabila dibandingkan angka laka lantas periode minggu ke-39 dengan minggu ke-40, terjadi kenaikan sebanyak 274 kejadian atau 24,84 persen,” ujar Awi, dikutip dari laman NTMC Polri (6/10/2020).

Baca juga: Pertamina Segera Turunkan Harga Pertalite di Pulau Jawa, Dengan Syarat

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020).Dok. Divisi Humas Polri Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020).

Menurut Awi, pada pekan tersebut sebanyak 295 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Sementara 174 orang mengalami luka berat, dan 1.591 orang luka ringan. Kerugian materiil yang dilaporkan dari sekitar 1.377 laka lantas tadi mencapai Rp 2,7 triliun.

Awi juga merinci 5 Polda yang memiliki angka kecelakaan lalu lintas tertinggi. Pada periode ini Polda Jawa Tengah jadi wilayah dengan angka kecelakaan terbanyak sekitar 336 kejadian.

Baca juga: Jangan Baper, Tanpa Stimulus Pajak Banderol Mobil Murah Tetap Mahal

Mobil orange yang terlibat kecelakaan di Jalan Magelang dalam kondisi rusak berat. Mobil saat ini dievakuasi di Mapolres SlemanKOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Mobil orange yang terlibat kecelakaan di Jalan Magelang dalam kondisi rusak berat. Mobil saat ini dievakuasi di Mapolres Sleman

Dari kecelakaan tersebut, jumlah korban meninggal mencapai 43 orang, dan luka berat 5 orang, serta luka ringan sekitar 392 orang. Adapun kerugian materiil mencapai Rp 311,3 juta.

Setelah Polda Jawa Tengah, posisi selanjutnya Polda Jawa Timur, kemudian Polda Jawa Barat, diikuti Polda DIY, dan Polda Metro Jaya.

Wilayah hukum Polda Metro Jaya yang biasanya sering menjadi Polda dengan angka laka lantas yang tinggi, pada periode kali ini menempati urutan kelima terbanyak secara nasional.

Baca juga: Innova Facelift Segera Meluncur, Apa Bedanya dengan Model Lama?

Petugas Satlantas Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP pada kecelakaan lalu lintas yang korbanya dua orang pesepeda di simpang Jalan Jenderal Sudirman-Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, Minggu (13/9/2020).Dok. istimewa Petugas Satlantas Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP pada kecelakaan lalu lintas yang korbanya dua orang pesepeda di simpang Jalan Jenderal Sudirman-Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, Minggu (13/9/2020).

Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua yang diperpanjang lagi, dari 28 September sampai 11 Oktober 2020, barangkali ada efeknya.

Kondisi lalu lintas yang lebih sepi karena kebijakan work from home dan larangan dine-in di restoran atau rumah makan, sedikit banyak telah mengurangi jumlah laka lantas di Ibu Kota.

Awi mengatakan jumlah kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya sebanyak 73 kejadian, dengan korban meninggal dunia 10 orang, luka berat sebanyak 18 orang, dan luka ringan 61 orang. Sementara kerugian materiil mencapai Rp 177,2 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X