Cara Perusahaan Truk Mempersempit Gerak Pelaku Kejahatan di Jalan

Kompas.com - 06/10/2020, 17:41 WIB
Polisi berpakaian preman menangkap dua orang pelaku bajing loncat di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Senin (14/1/2019). Dokumentasi/Polsek CilincingPolisi berpakaian preman menangkap dua orang pelaku bajing loncat di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Senin (14/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.comKejahatan jalanan yang dialami oleh pengemudi truk memang sering terjadi. Kejahatan yang terjadi biasanya seperti pemerasan, begal dan bajing loncat. Tentunya jika mengalami hal tersebut, perusahaan bisa dirugikan.

Apalagi kasus begal di bidang truk biasanya sudah direncanakan, bahkan termasuk perampokan. Mereka sudah mengincar barang apa yang ingin dirampok dari truknya, mengetahui kebiasaan mulai dari jalur yang sering dilewati sampai tempat istirahatnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan mengatakan, semakin canggihnya teknologi, membuat pengusaha semakin sadar untuk mempersempit ruang gerak dari pelaku kriminal.

Baca juga: Toyota Innova Terbaru Meluncur Bulan Ini, Mau Pesan? Siapkan Rp 5 Juta

Penjelasan fungsi Runner Telemactis, fitur baru yang tersedia di seluruh truk Mitsubishi Fuso mulai Januari 2018.KOMPAS.com/FEBRI ARDANI Penjelasan fungsi Runner Telemactis, fitur baru yang tersedia di seluruh truk Mitsubishi Fuso mulai Januari 2018.

“Untuk perusahaan yang mengangkut barang bernilai tinggi, paling tidak sudah menggunakan GPS. Kemudian kita bisa memantau rutenya dan bisa dicek kapan berhenti dan jalannya truk,” ucap Gemilang kepada Kompas.com, Selasa (6/10/2020).

Gemilang menjelaskan, ketika truk keluar dari rutenya, akan ada peringatan yang diterima perusahaan. Kemudian jika dipantau truk berhenti terlalu lama, bukan di tempat biasanya, juga ada peringatan.

“Hal ini merupakan salah satu cara memantau truk sehingga memperkecil gerak pelaku kriminal. Tapi maling juga pintar, jadi yang pertama dilakukan yaitu mematikan GPSnya,” kata Gemilang.

Baca juga: Pertamina Segera Turunkan Harga Pertalite di Pulau Jawa, Dengan Syarat

Jadi teknologi juga tidak selamanya menjamin keamanan dari muatan yang dibawa. Selain itu juga sekarang sudah diwajibkan barang bawaan untuk diasuransikan, namun ada saja perusahaan yang kurang peduli, jadi meminta tanggung jawab pengemudi.

Wakil Ketua Aptrindo Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko juga mengatakan, untuk pengiriman barang, paling aman yang bisa dilakukan oleh pengusaha truk yaitu mengandalkan asuransi.

“Asuransi sekarang laku karena banyak kejadian kejahatan di jalan. Orang semakin banyak yang ketakutan, jadi semakin mengandalkan asuransi,” ucap Bambang kepada Kompas.com.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X