Xpander Versi Rally Bakal Jalani Uji Coba Kedua di Jalanan Aspal

Kompas.com - 23/07/2020, 16:21 WIB
Mitsubishi Xpander AP4 merupakan LMPV Xpander yang dimodifikasi khusus untuk berlaga di ajang rally. KOMPAS.com/RulyMitsubishi Xpander AP4 merupakan LMPV Xpander yang dimodifikasi khusus untuk berlaga di ajang rally.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - XPANDER Rally Team (XRT) akan kembali melakukan uji coba Mitsubishi Xpander AP4 dalam upaya menyiapkan diri dalam menghadapi Kejuaran Nasional (kejurnas) tahun depan.

Menariknya, tes kedua ini akan dilakukan di lintasan tarmac atau aspal yang berada di Sirkuit Central Park Meikarta, Jawa Barat, pekan depan.

Pemilihan lintasan aspal di Meikarta sebagai lokasi uji coba karena tahun lalu kawasan yang berada di Cikarang Jawa Barat itu sempat menjadi salah satu lokasi dalam Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2019.

Baca juga: Komparasi Xpander dan Livina, Serupa tapi Tak Sama.

Xpander AP4KOMPAS.com/Ruly Xpander AP4

"Uji coba kali ini akan sangat menantang karena terdapat lintasan unik kombinasi antara aspal dengan gravel. Kami sudah berkominikasi dengan Ralliart Selandia Baru (terkait tes ini) dan ada beberapa hal yang akan dibahas terutama set-up suspensi," kata Team Manager XRT Julian Johan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

Untuk diketahui, Ralliart ialah bengkel modifikasi yang khusus melakukan pengembangan mobil-mobil Mitsubishi untuk dipakai di arena motorsport khususnya reli. Bengkel ini pula yang melakukan pengembangan terhadap Xpander AP4.

Jeje melanjutkan, kehadiran dua jenis permukaan yaitu aspal dan gravel di satu lintasan menjadi hal yang sangat menantang. Sebab, pada dasarnya settingan kendaraan pada dua permukaan tersebut sangat berbeda.

Baca juga: IMI Hapus Kejurnas Balap Mobil 2020

Xpander AP4KOMPAS.com/Ruly Xpander AP4

"Kondisi ini agak tricky. Pilihan pertama, jika mengubah per yang lebih pendek, seperti untuk lintasan aspal pada umumya, mobil akan turun beberapa sentimeter. Juga harus menggunakan pelek diameter 18 inchi dengan kaliper rem yang lebih besar," jelasnya.

Adapun keputusan XRT dalam menghadapi lintasan itu sendiri, bakal tetap mencoba menggunakan per yang sama sementara ketinggian mobil diturunkan sekitar 15 mm. Tapi, set-up posisi low speed bump akan berada di posisi maksimal.

Pengambilan keputusan tersebut bertujuan supaya meminimalisir body roll di lintasan aspal namun tetap bisa menahan goncangan di permukaan gravel. Set-up ini, ban yang digunakan tetap menggunakan ring 15 gravel spec dengan pattern ban yang lebih tipis.

Baca juga: Mitsubishi Xpander Cross Produksi Indonesia Dijual di Vietnam

Mitsubishi Xpander AP4 Mitsubishi Xpander AP4

"Semoga hasil tes ini dapat menjadi dokumen penting bagi kami dalam menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya," ucap Jeje.

Pada kesempatan terpisah, pereli XRT Rifat Sungkar mengaku tertantang untuk melakukan uji coba kali ini. Ia pun mengaku cukup kagum terhadap lintasan yang disajikan oleh Meikarta.

"Kombinasi dua lintasan, aspal dan gravel, sangat jarang di Indonesia. Saya lihat kombinasi lintasan seperti ini di World Rally Championship (WRC) Spanyol dan Rally Asia Pacific di China. Saya amaze," katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X