Toleransi Perpanjang SIM di Jatim Berlaku sampai Akhir Juni 2020

Kompas.com - 29/05/2020, 12:22 WIB
Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018). KOMPAS.com/HAMZAH Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Ditlantas Polda Jawa Timur ( Jatim) memperpanjang pemberian toleransi kepada para pemilik SIM yang masa berlakunya habis di masa pandemi ini.

Para pemilik SIM yang masa berlakunya habis terhitung mulai 17 Maret diberikan kesempatan untuk melakukan perpanjangan hingga 29 Juni 2020.

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka para pemilik SIM tidak perlu khawatir jika masa berlakunya habis akan membuat dengan mekanisme seperti proses baru.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP Budi Adhy Buono mengatakan, untuk perpanjangan SIM bisa dilakukan sampai 29 Juni 2020.

Baca juga: Selama Pandemi, Ditlantas Polda Jatim Berikan Dispensasi Perpanjangan SIM

"Bagi para pemilik SIM yang habis masa berlakunya tanggal 17 Maret bisa memperpanjang lagi sampai dengan 29 Juni mendatang. Para pemilik bisa memperpanjang tanpa mekanisme membuat baru," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2020).

Diharapkan dengan adanya kebijakan ini bisa dimanfaatkan oleh para pemilik SIM bisa memilih waktu yang tepat untuk melakukan proses perpanjangan.

Sementara itu, terkait dengan pelayanan permohonan SIM, Budi mengatakan pelayanan SIM sudah mulai dibuka seperti biasa.

Hanya saja, selama pandemi Covid-19 ini dilakukan pembatasan jam pelayanannya.

"Kalau sebelumnya pelayanan dilayani sampai dengan pukul 14.00 WIB, tetapi untuk saat ini dibatasi hanya sampai dengan pukul 12.00 WIB saja. Satpas SIM yang tutup hanya Colombo saja," katanya.

Baca juga: Pemohon SIM yang Tes Psikologi Cuma Bisa Mengulang 15 Kali

 

Budi menambahkan, dengan kondisi seperti sekarang ini selama pelayanan akan diterapkan protokol kesehatan. Pemohon wajib mengenakan masker dan menerapkan physical distancing.

pemohon SIM di Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi, Senin (9/3/2020).Ari Purnomo pemohon SIM di Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Tes Psikologi Hanya untuk Pemohon SIM A dan C

Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona selama proses pembuatan SIM berlangsung.

"Kami menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan juga selalu menjaga jarak," tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X