Trik Sederhana saat Musim Hujan Agar Helm Tak Basah

Kompas.com - 04/03/2020, 18:49 WIB
Motor peserta tes CPNS yang terprkir di lahan milik Arifin. Kompas.com/Luthfia Ayu AzanellaMotor peserta tes CPNS yang terprkir di lahan milik Arifin.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki musim penghujan, pengendara sepeda motor harus lebih teliti soal perlengkapan berkendara. Salah satunya, yaitu soal kebersihan helm, karena musim hujan helm rawan basah.

Ahmad M, anggota Belajar Helm, komunitas pecinta helm yang juga aktif sosialisasi pentingnya pemakaian helm, mengatakan, musim hujan sebaiknya membawa plastik cadangan agar helm tidak basah.

Baca juga: Helm Juga Bisa Dijadikan Investasi, Ini Cirinya

"Buat yang bagasinya tidak cukup untuk menaruh helm sebaiknya bawa plastik. Helm dipakaikan plastik ketika ditaruh di motor, jadi kalau hujan tidak basah," kata Ahmad kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2020).

Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

Selain itu, cara paling aman, yaitu jangan taruh helm di motor tapi dibawa jika masuk ruangan. Sebab walaupun sudah memakai plastik tetap ada kemungkinan air tembus jika plastik bocor atau cara menaruhnya tidak tepat.

"Kalau tidak bawa saja, jangan ditinggal di motor," katanya.

Selain membawa plastik, kata Ahmad, penting untuk sadar mengenai kebersihan helm. Misalnya saat berkendara dalam kondisi hujan, meski tubuh pakai jas hujan tapi untuk helm open face biasanya tetap basah di bagian samping.

Baca juga: Mengenal Standarisasi Helm di Dunia, Termasuk di Indonesia

"Biasanya kan basah tuh saping-sampingnya, kalau sudah begitu mesti dikeringkan karena kalau tidak bakal timbul jamur dan biasanya bau, apalagi kalau helm dipakai harian," katanya.

Cara mengeringkannya juga tidak sulit. Ahmad mengatakan cara paling mudah yaitu dengan cara diangin-anginkan di kipas atau blower sampai kering. Lebih bagus kalau ada pengering semacam hair dryer.

"Angin-aginkan saja cukup kalau di blower dua jam itu biasanya sudah kering," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.