Jangan Nekat, Lihat Aturan Pengendara Motor Bawa Muatan Berlebih

Kompas.com - 04/03/2020, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nekat. Pemandangan pengendara sepeda motor yang nekat membonceng lebih dari satu penumpang, atau membawa barang yang banyak pasti sudah sering disaksikan di jalan umum Indonesia.

Banyak pengendara motor yang seolah-olah tidak takut oleh aturan yang sudah dibuat. Bahkan, mereka dinilai tidak peduli akan keselamatan dirinya, atau orang yang dicintai sebagai yang boncenger.

Mereka nekat. Nekat tetap memaksakan membawa muatan yang harusnya tidak menggunakan motor.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, sepeda motor sejatinya dibuat pabrikan dengan kapasitas terbatas.

Baca juga: Mana yang Motor Bekasnya Gampang Dijual, CBR250RR, R25 atau Ninja 250?

“Sesuai aturan lalu lintas maka dibuat maksimal untuk dua orang, yaitu pengendara dan penumpang,” ujar Agus ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (03/03/2020)

Jika diperhatikan, jok sepeda motor ada yang naik ke atas dan turun ke bawah (tidak sama datar). Kondisi tersebut memang diperuntukan untuk pengendara dan pembonceng.

Sani mengatakan, “Ketika pembonceng lebih dari dua orang, maka akselerasi dalam melakukan manuver di jalan raya menjadi tidak nyaman justru ada kemungkinan bahaya.”

Pengendara motor menerobos palang pintu kereta di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/11/2012). Minimnya kesadaran keselamatan berkendara membahayakan diri sendiri dan orang lain. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pengendara motor menerobos palang pintu kereta di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/11/2012). Minimnya kesadaran keselamatan berkendara membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Skutik Bongsor Bekas, NMAX atau PCX yang Cepat Laku?

Sedangkan untuk membawa barang, secara aturan jelas sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan Pasal 10 ayat 4 yang berbunyi:

(4) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk sepeda motor meliputi:

a. Muatan memiliki lebar tidak melebihi stang kemudi;
b. Tinggi muatan tidak melebihi 900 (sembilan ratus) milimeter dari atas tempat duduk pengemudi;
c. Barang muatan ditempatkan di belakang pengemudi.

“Jadi, yang aman adalah jika berbonceng tidak melebihi satu orang pembonceng, dan jika membawa barang jangan terlalu besar. Sesuaikan dengan aturan yang sudah ditentukan,” ujar Agus.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.