Kompas.com - 04/03/2020, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sudah menetapkan aturan yang mewajibkan setiap kendaraan bermotor dimodifikasi untuk melakukan uji tipe.

Sayangnya, biaya uji tipe yang sudah ditetapkan diyakini oleh para pembuat motor custom dapat mematikan para bengkel modifikasi.

Untuk uji tipe, setiap orang atau badan usaha akan dikenakan tarif jasa. Besaran tarifnya sudah ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Bangun Motor Custom dengan Basis Moge, Mengapa Lebih Mahal?

Dikutip dari situs resmi Departemen Perhubungan, tarif jasa pengujian tipe lengkap sepeda motor menggunakan bahan bakar bensin/gas meliputi uji rem per sekali uji Rp 890.000 per sekali uji.

Selanjutnya, uji lampu utama Rp 765.000, uji speedometer Rp 745.000, pemeriksaan konstruksi Rp 445.000, uji CO – HC Rp 745.000, uji klakson Rp 565.000, pengukuran berat kendaraan bermotor Rp 430.000, pengukuran dimensi Rp 660.000, uji track lapangan Rp 1.208.000, uji emisi gas buang euro 2 untuk UCE R40 di atas 50 cc Rp 4.000.000, dan UCE R47 50 cc ke bawah Rp 3.900.000.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kiri) saat ngantor dengan mengendarai motor custom, Selasa (24/7/2018).Humas Kemenaker Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kiri) saat ngantor dengan mengendarai motor custom, Selasa (24/7/2018).

Jika ditotal, biaya uji tipe untuk sepeda motor mencapai Rp 10.453.000. Biaya tersebut yang harus dikeluarkan jika ingin menguji tiap motor custom yang sudah dibuat.

Menurut Andi Akbar, pembuat motor custom atau builder dari Katros Garage, dirinya merasa keberatan jika untuk motor custom harus keluarkan dana lagi untuk uji tipe sebesar Rp 10 juta.

Baca juga: Pilih Moge Jadul yang Cocok Dijadikan Motor Custom

"Mungkin kalau yang custom Harley-Davidson, Rp 10 jutaan bisa dianggap murah. Tapi masalahnya, kalau yang di-custom pakai bahan Yamaha Scorpio tentu berat," ujar pria yang akrab disapa Atenk tersebut, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Enthok Mlenuk, motor bebek custom garapan House of Choppers di Kustomfest 2019Dok. Kustomfest Enthok Mlenuk, motor bebek custom garapan House of Choppers di Kustomfest 2019

Atenk menambahkan, justru pasar terbesar yang membuat motor custom adalah motor-motor berkapasitas 250 cc ke bawah.

"Untuk produk di Indonesia, ramainya memang menengah ke bawah. Untuk yang menengah ke atas, seperti Harley-Davidson dan lainnya, permintaannya tidak banyak. Walaupun, nominalnya besar," kata Atenk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.