Mitos atau Fakta, Beli Vespa Tua Bisa Buat Investasi?

Kompas.com - 12/02/2020, 07:02 WIB
Motor Vespa klasik dipamerkan saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (29/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMotor Vespa klasik dipamerkan saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (29/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beli sepeda motor untuk investasi, meski terdengar klise namun ternyata banyak yang melakukannya. Jenis motornya beragam, salah satunya Vespa tua, yang dianggap potensial buat barang investasi dan dijual kembali.

Merek asal Italia ini sudah lama dijadikan sebagai investasi karena harga jual sekennya bisa lebih tinggi dari harga baru. Meski tentu saja ada syarat dan ketentuan.

Baca juga: Vespa Lawas Tidak Punya Standar Samping, Ini Alasannya

Vespa Sprint 73 warna orange unitnya cukup langka.Foto: Istimewa Vespa Sprint 73 warna orange unitnya cukup langka.

"Buat investasi bisa, syarat pertama surat harus lengkap. Pajak hidup juga akan mempengaruhi harga, kemudian jenis Vespa-nya apa, tahun berapa dan warnanya," kata Firdaus Ali, salah satu pemilik Vespa klasik kepada Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

Banyak faktor yang mempengaruhi harga Vespa tua. Untuk patokan motornya sendiri biasanya yakni bodi kekar tidak keropos, dan komponen yang melekat masih original, seperti setang, mika lampu, speedometer, jok, pelek dan lainnya.

Daus, panggilannya, mengatakan, warna juga punya peran tak kalah penting. Sebab kecenderungan orang ialah mencari barang yang jarang di pasar, agar saat dipakai bisa meningkatkan gengsi karena berbeda dengan milik orang lain.

Baca juga: Susah-susah Gampang Pelihara Vespa, Simak Tipsnya

"Contoh Vespa saya Sprint 1973 warna orange, unitnya jarang beredar, entah produksi di Indonesia waktu itu memang tidak banyak atau selera pada zaman itu warna orange tidak favorit, yang pasti sekarang itu dicari orang," katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan konvoi bersama komunitas pengendara Vespa saat acara Indonesia Vespa Days 2019 di Jakarta, Minggu (28/4/2019). Acara ini diikuti sekitar 2000 orang pencinta vespa.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan konvoi bersama komunitas pengendara Vespa saat acara Indonesia Vespa Days 2019 di Jakarta, Minggu (28/4/2019). Acara ini diikuti sekitar 2000 orang pencinta vespa.

Beli Murah Jual Mahal

Daus mengamini bahwa membeli Vespa tua jenis tertentu bisa menguntungkan, meskipun hanya dipakai sebentar. Kuncinya adalah mengerti barang, dan tahu bahwa saat nanti dijual motor tersebut bakal dicari orang.

"Saya pernah punya Vespa PX tahun 81 warna coklat susu, kondisi bodi lempeng, surat lengkap, kondisi cat 80 persen, waktu beli Rp 7 juta saya pakai 2,5 tahun kemudian saya jual laku Rp 13,5 juta," katanya.

Tak sekadar Vespa tua, Sofwan Iskandar pemilik Vespa Sprint 2017 mengatakan Vespa 4-tak alias tahun muda juga punya nilai ekonomi yang tinggi jika tahu cara mengolahnya.

"Saya pernah punya Vespa S 150 3V 2013 warna oranye gelap, beli seken Rp 20 juta, tahun 2019 kemarin saya jual Rp 25 juta. Paling penting surat lengkap, bodi harus mulus dan kelistrikan normal," katanya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X