Kendala Honda PCX Listrik Dipakai Ngojek, Tak Bisa Jarak Jauh

Kompas.com - 23/01/2020, 12:45 WIB
Peluncuran Honda PCX Electric KOMPAS.com / Aditya MaulanaPeluncuran Honda PCX Electric
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda PCX Electric atau PCX listrik sudah dipakai ojek online Ojek dan Grab untuk mengambil penumpang. Namun di lapangan ternyata masih ada kendala soal kemampuan daya jelajah.

Seperti disebutkan Wakil Presiden Direktur Eksekutif Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman, yang mengatakan masalah yang kerap terjadi pada pengendara ojol ialah soal kapasitas daya baterai.

"Kita punya PCX itu (daya jelajah) 60 km, itu kalau dipakai normal, kalau digenjot jadi lebih cepat. Kasiannya Grab atau Gojek, kalau mau ambil penumpang jauh mesti lihat baterainya, balik dulu (ngecas)," kata Loman di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: 3 Motor Bekas yang Tidak Dilirik Pembeli

Karena itu kata Loman, salah satu yang mesti dipikirkan ialah bagaimana membuat motor listrik dengan baterai yang punya daya besar dan tahan lama.

Di samping itu, Loman juga meminta motor listrik harus juga murah sehingga masuk dalam skala ekonomi masyarakat.

Test Ride Honda PCX Listrikdok.AHM Test Ride Honda PCX Listrik

"Saya bukan insinyur, tapi yang saya dengar begini, sekarang bagaimana menciptakan baterai dengan kapasitas besar tapi ringan, dan kemudian menciptakan motor sefisien mungkin dengan baterainya," kata Loman.

Baca juga: AHM Sebut Sepeda Motor Listrik Harus Swap Baterai

Loman mengatakan, Honda sendiri tidak berhenti dengan teknologi yang ada pada PCX Electric. Sebab sekarang sedang terus dikembangkan mengenai materail baterai yang bagus dengan kemampuan charging cepat.

Meski sudah diluncurkan, PCX Electric belum dipasarkan secara ritel melainkan dibuat dengan sistem sewa. Beberapa yang sudah memakai ialah perusahaan ojek online, seperti Gojek dan Grab tersebut.

Honda PCX ListrikKOMPAS.com / Aditya Maulana Honda PCX Listrik

Swap Baterai

Sebelumnya, Loman mengatakan, cara supaya motor listrik cepat diterima dan tidak menyulitkan pengguna di jalan ialah dengan menciptakan ekosistem beli-tukar atau swap baterai.

"Terakhir ini di Bali kita mempelajari gerakan orang-orang dalam mengisi baterai, ya memang motor listrik itu mau tidak mau swap baterai. Karena kalau mesti cas delapan jam orang tidak bisa menunggu," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X