Kompas.com - 22/01/2020, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan mobil di tanah air pada 2019 turun 10,6 persen dibanding tahun sebelumnya (2018), yaitu dari 1.151.413 menjadi 1.030.126 unit.

Meski demikian, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, menyatakan, bahwa capaian tersebut sudah cukup memuaskan. Selain karena sesuai target, pasar juga sedang tidak stabil saat itu.

"Ini bukan masalah daya beli, tapi karena memang tahun 2019, merupakan tahun politik. Banyak masyarakat yang cenderung wait and see untuk membeli kebutuhan tersier seperti mobil. Bila diperhatikan, ini berlangsung mulai semester pertama," katanya kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Gaikindo Berharap Penjualan Mobil di 2020 Lebih Baik

Ilustrasi penjualan mobil.AUTONEWS Ilustrasi penjualan mobil.

"Kemudian ditambah dengan periode lebaran yang berlangsung pada pertengahan tahun, mepet pameran otomotif GIIAS 2019. Jadi pertumbuhan tak begitu terasa untuk mencapai target kita sebelumnya," ujar Kukuh.

Tak berelang lama, lanjutnya, ketika pertumbuhan otomotif mulai menemui titik terang, terjadi peristiwa demonstrasi tentang pengesahan Presiden Republik Indonesia. Ditambah, perang dagang antara China dan Amerika Serikat mulai memanas jelang penutupan tahun.

Baca juga: Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil Baru Jadi 1 Juta Unit

Massa peserta aksi 22 Mei menyanyikan yel-yel sambil mengacungkan dua jari di depan Djakarta Theatre, Rabu (22/5/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Massa peserta aksi 22 Mei menyanyikan yel-yel sambil mengacungkan dua jari di depan Djakarta Theatre, Rabu (22/5/2019).

"Faktor lainnya, ialah nilai mata uang terhadap dollar AS yang belum membaik serta tingkat suku bunga dan penurunan harga komoditas. Perlu diketahui juga, penurunan pasar roda empat tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi negara lain seperti China (turun) sebesar 8,2 persen," katanya.

Kukuh meyakini, penjualan mobil di 2020 akan membaik dan bisa kembali mencatatkan pertumbuhan minimal 5 persen dari 2019.

"Saat ini kita sudah mulai recovery, tingkat suku bunga rendah, nilai tukar rupiah mulai stabil, dan lainnya. Jadi seharusnya pencapaian tahun ini akan membaik, termasuk performa ekspor," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.