Sistem juga coba diciptakan supaya angkot tidak perlu mengetem lama menunggu penuh semua penumpang.
“Karena setiap tiga menit nanti ada terus angkotnya. Kalau ngetem nanti malah antre angkot yang lain,” cerita John kepada Kompas.com, Kamis (9/1/2020).
Walau tidak ngetem, namun angkot Jak Lingko wajib berhenti sejenak di setiap halte bus yang dilewati.
Kondisi ini sengaja diciptakan demi tidak mengganggu lalu lintas. Penumpang yang naik juga harus turun pada halte bus, tidak boleh di pinggir jalan umum.
Selain itu, Angkot Full AC ini juga menawarkan sistem gaji yang berbeda pada sopir yang biasanya dengan menyetor sejumlah uang. Melainkan, setiap sopir mendapatkan gaji tetap bulanan, dengan target jarak tempuh 180 km per hari.
“Satu angkot dua sopir, shift pertama jam 05.00-13.00 dan kedua jam 13.00-22.00. Kita enggak boleh ngetem, soalnya target perharinya itu 180 km per orang, kalau kurang dari itu gajinya yang dikurangi,” kata John
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.