Terpaksa Terobos Banjir, Simak Cara Aman Melewatinya

Kompas.com - 03/01/2020, 07:32 WIB
Genangan air di Jalan Tanjung Duren Raya pada Selasa (17/12/2019) petang KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARGenangan air di Jalan Tanjung Duren Raya pada Selasa (17/12/2019) petang
|

JAKARTA, KOMPAS.comBanjir yang menghadang jalan, sebaiknya harus disikapi dengan mencari jalan lain agar tidak membahayakan mobil. Selain bikin mogok, banjir dapat merusak komponen vital mesin.

Training Director The Real Driving Center Marcell Kurniawan, menyarankan para pengguna mobil untuk berputar arah dan mencari jalan alternatif saat menemui banjir yang cukup tinggi.

“Batas aman lewat banjir itu kalau masih setengah roda, jika lebih dari itu lebih baik cari jalan lain,” ujarnya kepada Kompas.com (2/1/2020).

Baca juga: Simak, Ini Cara Klaim Asuransi Mobil yang Rusak karena Banjir

Genangan air di Kolong Semanggi, Selasa (17/12/2019)KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA Genangan air di Kolong Semanggi, Selasa (17/12/2019)

Namun jika memang tidak ada jalan lain, dan terpaksa harus tetap menerjang banjir. Marcell memberikan tips beberapa cara aman untuk melewatinya.

Pertama jangan jadi yang pertama saat melintasi jalan yang banjir, cara ini dilakukan untuk mengetahui seberapa dalam banjir di jalan tersebut.

“Pastikan ada kendaraan yang lewat sebelumnya, untuk memastikan jalanan tersebut memang bisa dilewati mobil,” kata Marcell.

Baca juga: Kenapa Mobil Mesin Diesel Lebih Kuat Terjang Banjir daripada Bensin?

Posisi air intake di ruang mesin menentukan batas aman mobil saat menerjang banjirWikipedia Posisi air intake di ruang mesin menentukan batas aman mobil saat menerjang banjir

Kedua, berusaha menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Sebab kunci menerjang banjir adalah kecepatan yang konstan.

“Kecepatan jangan terlalu kencang, karena mobil akan menimbulkan gelombang. Gelombang yang tinggi dapat masuk ke ruang mesin, lalu terhisap intake manifold,” ucapnya.

“Usahakan juga putaran mesin serendah mungkin, yang penting mobil masih bisa berjalan, supaya hisapan dari intake manifold kecil. Cara ini dilakukan untuk mencegah potensi air masuk ke ruang mesin,” ujar Marcell.

Baca juga: Mobil-mobil Parto Patrio Terendam Banjir di Garasi Rumah

Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading, tepatnya mulai bundaran Sentra Kelapa Gading, yang mengarah ke Mall of Indonesia (MoI), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2015), digenangi banjir.KOMPAS.com/Robertus Belarminus Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading, tepatnya mulai bundaran Sentra Kelapa Gading, yang mengarah ke Mall of Indonesia (MoI), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2015), digenangi banjir.

Ketiga, mengikuti kendaraan di depan juga menjadi trik jitu untuk menghindari mobil dari gelombang yang tinggi.

“Usahakan jangan lewat banjir yang terdapat di jalur dua arah, sebab gelombang dari kendaraan lain bisa membuat air masuk lewat saluran intake. Saat tertabrak gelombang dari arah berlawanan, lebih baik lepas gas, agar hisapan manifold tidak terlalu kuat, idle saja,” katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X