Kenapa Mobil Mesin Diesel Lebih Kuat Terjang Banjir daripada Bensin?

Kompas.com - 02/01/2020, 14:12 WIB
Jakarta menempati peringkat kesebelas, kota paling rawan banjir di dunia. kompas.comJakarta menempati peringkat kesebelas, kota paling rawan banjir di dunia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir di DKI Jakarta dan sekitarnya yang terjadi sejak Rabu (1/1/2020), membuat beberapa lokasi terisolir alias tak dapat dilewati karena terdapat genangan air. Kendaraan pun terpaksa memutar lewat jalur alternatif agar tetap bisa sampai di tujuan.

Meski begitu, tak semua kendaraan harus memutar. Sebuah video di Instagram memperlihatkan Isuzu Panther yang digunakan sebagai armada angkutan umum tetap tangguh menerjang banjir meski air telah mencapai kap mesinnya.

Mobil terlihat berjalan dari arah banjir yang cukup dalam, menuju lokasi yang lebih tinggi yang tak terkena banjir. Usai berhasil menerjang rintangan tersebut, Isuzu Panther itu mendapat sambutan tepuk tangan dari para warga di sekitar lokasi.

Baca juga: Terdampak Banjir, 14 SPBU Ini Belum Beroperasi

Barangkali angkot Panther itu jadi satu-satunya kendaraan yang berhasil melewati banjir di sana. Lantas yang jadi pertanyaan, kenapa mobil mesin diesel lebih kuat terjang banjir daripada mobil bensin?

Theodorus Suryajaya alias Teddy, pemilik bengkel Rev Engineering di Kedoya Jakarta Barat, mengatakan mesin diesel yang digunakan Panther merupakan mesin diesel konvensional dengan teknologi yang masih sederhana.

“Dia tidak ada elektrikal, dan jalur intake-nya berarti masih aman dari air. Selama intake tidak kemasukan air, semua mobil bisa menerjang banjir,” ujarnya kepada Kompas.com (2/1/2020).

Baca juga: Dilanda Banjir, Tol Cipali Perlu Pasang CCTV

Isuzu Panther Grand Touringkompas.com Isuzu Panther Grand Touring

Selain itu, cara kerja mesin diesel yang sederhana disebut Teddy memiliki dampak baik pada kemampuan Panther saat melewati banjir.

Seperti diketahui, mesin diesel bekerja dengan memanfaatkan temperatur serta tekanan udara yang tinggi, ditambah rasio kompresi yang juga tinggi sehingga sanggup membakar solar. Oleh sebab itu, mesin diesel tidak mengandalkan busi untuk tiap proses pembakaran.

Menurut Teddy, Panther menggunakan busi pijar atau glow plug yang berguna memanaskan ruang bakar sebelum mesin distarter agar campuran solar dan udara yang dikompresi dapat terbakar.

“Tanpa busi pun mesin Panther bisa jalan, teknologinya lebih sederhana. Terus ditambah torsi besar khas diesel, mesin tidak kekurangan tenaga ketika menerjang banjir,” kata Teddy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X