[POPULER OTOMOTIF] Langkah Awal Tangani Mobil yang Terendam Banjir | Motor Terendam Banjir Jangan Langsung Dinyalakan

Kompas.com - 02/01/2020, 06:02 WIB
Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. AGUS SUSANTO/KOMPASLuapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Awal 2020 sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi pada 1 Januari 2020. Alhasil banyak kendaraan yang terendam banjir, dan perlu diketahui bahwa ada langkah awal yang bisa dilakukan oleh pemilik mobil atau sepeda motor yang terendam banjir.

Paling penting, jangan langsung menyalakan mesin dan harus mencabut kabel aki kendaraan itu sendiri. Lengkapnya seperti apa, berikut ini lima berita terpopuler di kanal otomotif pada Rabu 1 Januari 2020:

1. Langkah Awal Tangani Mobil yang Terendam Banjir, Cabut Kabel Aki

Ilustrasi perawatan aki pada mobilpersonal.neacelukens.com Ilustrasi perawatan aki pada mobil

Hujan deras mengguyur daerah Jabodetabek pada malam pergantian tahun 2020. Tidak sedikit wilayah yang tergenang air bahkan sampai banjir karenanya.

Bagi pemilik yang kendaraannya terendam banjir, jangan salah penanganan. Pasalnya, langkah tidak tepat akan menyebabkan kerusakan pada mobil sebagaimana dikatakan Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman, beberapa waktu lalu.

"Penanganan pertama jika mobil terendam banjir ialah memutus arus kelistrikannya, dimulai dari kabel aki di terminal plus. Ini supaya mencegah terjadinya korsleting," ujarnya kepada Kompas.com.

Baca juga: Langkah Awal Tangani Mobil yang Terendam Banjir, Cabut Kabel Aki

2. Daftar Jalan yang Tidak Bisa Dilintasi Kendaraan Akibat Banjir

Banjir melanda apartemen Sentra Timur Residence di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020).Alfin Tofler Banjir melanda apartemen Sentra Timur Residence di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020).

Sejumlah jalan di DKI Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (1/1/2020) pagi banjir akibat curah hujan yang tinggi sejak kemarin (31/12/2019) malam.

Berdasarkan pantauan Kompas.com dari laman Twitter resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, banjir terjadi secara merata di lima kotamadya Jakarta. Bahkan, ada yang tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua atau kecil.

Pada pukul 10.00 WIB, Tol Jakarta-Cikampek mengarah Jatibening tidak dapat dilalui kecuali lajur 4. Genangan dikabarkan sudah setinggi 10-15 centimeter (cm).

Sementara pada Tol Cikunir, tepatnya setelah Gardu, banjir setinggi 50 cm.

Baca juga: Daftar Jalan yang Tidak Bisa Dilintasi Kendaraan Akibat Banjir

3. Indonesia Punya Jalan Bawah Tanah Terpanjang, Ini Adab Berkendara di Underpass

Underpass NYIADok. Kementerian PUPR Underpass NYIA

Keberadaan jalan bawah tanah New Yogyakarta International Airport ( NYIA) diharapkan semakin memperlancar lalu lintas di kawasan tersebut.

Jalan dengan panjang mencapai 1,3 kilometer itu diharapkan dapat menghubungkan Purworejo dan Yogyakarta melalui Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa.

Hanya saja, terkadang masih banyak ditemui pengendara baik roda dua maupun roda empat yang tidak menghiraukan sisi keselamatan. Baik, keselamatan diri sendiri dan juga keselamatan pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Indonesia Punya Jalan Bawah Tanah Terpanjang, Ini Adab Berkendara di Underpass

4. Motor Terendam Banjir, Jangan Langsung Dinyalakan

Motor terendam banjirKOMPAS.com/Gilang Motor terendam banjir

Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada malam tahun baru 2020 mengakibatkan harta benda terendam air, tidak terkecuali sepeda motor.

Bagi pemilik yang mengalami hal tersebut, disarankan untuk tidak langsung menyalakan kendaraan. Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno menyatakan, motor yang habis terendam banjir jika langsung dinyalakan bisa menimbulkan masalah.

"Dikhawatirkan kalau baterai atau komponen kelistrikan motor masih banyak air. Sehingga saat dinyalakan, air bisa masuk ke sistem mesin. Ini tentu akan menyebabkan masalah," katanya kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Motor Terendam Banjir Jangan Lupa Ganti Oli

5. Motor Terendam Banjir Jangan Lupa Ganti Oli

Sejumlah sepeda motor milik warga yang baru saja habis terendam banjir yang menerjang wilayah Jakarta Timur, Selasa (5/2/2018).Kompas.com/Stanly Ravel Sejumlah sepeda motor milik warga yang baru saja habis terendam banjir yang menerjang wilayah Jakarta Timur, Selasa (5/2/2018).

Hujan deras di wilayah Jakarta dan sekitarnya di malam pergantian tahun membuat sejumlah daerah tergenang banjir. Bagi yang motornya terendam banjir jangan tunda untuk mengganti oli mesin.

Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno menyatakan, motor yang habis terendam banjir sebaiknya melalukan pergantian oli, jangan tunggu sampai oli berubah warna seperti kopi susu.

"Untuk oli, kalau sudah tercampur air (bisa dilihat dari warnanya), langsung diganti. Jangan menunda pengecekan jika motor sudah terendam banjir dalam waktu yang cukup lama," kata Endro kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kepala Bengkel AHASS Murni Pura Mas Depok Memet Saputra mengatakan, kerusakan paling minim untuk motor yang terendam banjir adalah bercampurnya oli dengan air yang masuk ke bak mesin.

Baca juga: Motor Terendam Banjir Jangan Lupa Ganti Oli



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X