Langkah Awal Tangani Mobil yang Terendam Banjir, Cabut Kabel Aki

Kompas.com - 01/01/2020, 09:51 WIB
Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO AGUS SUSANTO Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras mengguyur daerah Jabodetabek pada malam pergantian tahun 2020. Tidak sedikit wilayah yang tergenang air bahkan sampai banjir karenanya.

Bagi pemilik yang kendaraannya terendam banjir, jangan salah penanganan. Pasalnya, langkah tidak tepat akan menyebabkan kerusakan pada mobil sebagaimana dikatakan Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman, beberapa waktu lalu.

"Penanganan pertama jika mobil terendam banjir ialah memutus arus kelistrikannya, dimulai dari kabel aki di terminal plus. Ini supaya mencegah terjadinya korsleting," ujarnya kepada Kompas.com.

Baca juga: Tips Memilih Ban Motor untuk Musim Hujan, Perlukah Ban Basah?

Dalam foto yang dirilis Jumat (24/8/2018), terlihat sebuah mobil terendam akibat banjir yang terjadi di Chiayi. Banjir yang diakibatkan depresi tropis mengakibatkan enam orang tewas.AFP/CNA PHOTO Dalam foto yang dirilis Jumat (24/8/2018), terlihat sebuah mobil terendam akibat banjir yang terjadi di Chiayi. Banjir yang diakibatkan depresi tropis mengakibatkan enam orang tewas.

Kemudian, lanjut Suparman, pindahkan mobil ke daerah yang telah surut atau tidak terendam air dengan cara mendorongnya. Jangan sampai menyalakan mesin.

"Karena, dengan menyalakan mesin sama saja memicu hubungan arus pendek pada sistem kelistrikan. Apalagi jika ada sisa air masuk ke saluran isap udara menuju ruang bakar, akan terjadi water hammer di mesin," kata dia.

Lalu, kembali lakukan pengecekan kondisi oli serta bahan bakar apakah kemasukan air atau tidak. Jika sudah tercampur, disarankan untuk mengganti oli dan buang air yang ada di bahan bakar atau dikuras.

Jika mobil sudah bisa berjalan dengan normal, lanjut Suparman, disarankan untuk segera lakukan pengecekan lebih lanjut ke bengkel terdekat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X