Gemar Bermotor, Jokowi Bisa Jadi Contoh Safety Riding Bikers Indonesia

Kompas.com - 30/12/2019, 12:52 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) mengendarai motor Copper saat kunjungan kerja di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). Kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Nunukan diantaranya untuk meninjau proyek jalan Trans Kalimantan, program padat karya, dan meninjau Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras. Presiden Joko Widodo (tengah) mengendarai motor Copper saat kunjungan kerja di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). Kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Nunukan diantaranya untuk meninjau proyek jalan Trans Kalimantan, program padat karya, dan meninjau Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi) baru saja  memanfaatkan sepeda motor custom-nya untuk kunjungan kerja ke jalan perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan.

Berkendara di medan yang cukup sulit, tentu harus siap dengan perlengkapan berkendara yang benar-benar aman.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, Jokowi sebagai orang nomor satu, maka masalah yang terjadi pada beliau akan menjadi masalah bangsa. Segala potensi kecelakaan tentu harus diantisipasi.

Baca juga: Jokowi Terabas di Perbatasan RI-Malaysia, Chopper Dipakai Off-Road

"Saya lihat tim di dalam rombongan beliau ada yang tidak pakai helm. Saya lihat tidak ada SOP (Standar Operasional Prosedur) safety riding atau mengendarai sepeda motor yang aman di dalam tim beliau," ujar Jusri, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Presiden Joko Widodo (tengah) melintasi jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). Kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Nunukan diantaranya untuk meninjau proyek jalan Trans Kalimantan, program padat karya, dan meninjau Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia.ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras Presiden Joko Widodo (tengah) melintasi jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). Kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Nunukan diantaranya untuk meninjau proyek jalan Trans Kalimantan, program padat karya, dan meninjau Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia.

Jusri menambahkan, safety gear itu ada dua kelompok, yakni kategori yang ideal dan minimal. Di luar itu, menurutnya tidak bisa direkomendasikan.

"Sepatu minimal harus menutupi mata kaki, di mana bagian mata kaki dan ujung kaki harus keras atau ada pelindungnya. Sebab, bagian tersebut yang paling rentan saat terjadi kecelakaan. Kalau idealnya, pakai sepatu boot," kata Jusri.

Lalu, untuk celana, minimal pakai bahan tertentu. Begitu pula dengan sarung tangan juga minimal yang menutupi semuanya. Idealnya, tentu yang berbahan kulit.

Baca juga: Motor Jokowi yang Dipakai Off-Road Tanpa Suspensi Belakang

"Jaket juga minimal yang berbahan denim. Idealnya, tentu yang memiliki pelindung di bagian siku, bahu, dan juga dada," ujar Jusri.

Untuk helm, menurut Jusri, minimal menggunakan model half face atau open face. Tapi, khusus untuk adventure, helm half face tidak bisa diterima. Sebab, mengendarai motor di jalur off-road itu rentan sekali.

"Sebab, kalau terjatuh muka bisa langsung kena. Minimal ya helm cakil dengan goggle atau modular," kata Jusri.

Jusri mengatakan, harusnya safety gear tersebut betul-betul dipersiapkan menjadi SOP bagi RI 1 (Presiden) dan timnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X