Jokowi Bisa Meningkatkan Lagi Safety Riding Saat Blusukan

Kompas.com - 30/12/2019, 08:02 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) melintasi jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). Kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Nunukan diantaranya untuk meninjau proyek jalan Trans Kalimantan, program padat karya, dan meninjau Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/prasPresiden Joko Widodo (tengah) melintasi jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). Kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Nunukan diantaranya untuk meninjau proyek jalan Trans Kalimantan, program padat karya, dan meninjau Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kunjungan kerja untuk mengecek jalan perbatasan RI-Malaysia, Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi) terlihat menggunakan motor custom miliknya sendiri. Di satu sisi, cukup unik melihat Jokowi menggunakan motor bergaya chopper bobber melintasi medan off-road.

Tapi di sisi safety riding, hal tersebut perlu ditinjau kembali. Sebab, ada beberapa aspek dari safety riding yang tidak terpenuhi dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Jokowi Terabas di Perbatasan RI-Malaysia, Chopper Dipakai Off-Road

Jursi Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, berdasarkan fakta, membawa motor di jalan raya adalah aktivitas fisik manusia modern yang paling tinggi potensinya terhadap kecelakaan.

Jokowi nyaris terjatuh saat mengendarai motor custom.Istimewa Jokowi nyaris terjatuh saat mengendarai motor custom.

"Maka, segala potensi kecelakaan dalam aktivitas ini harusnya diantisipasi, seperti kemampuan mengendarai naik motor, harus berbasis kompetensi juga, bukan hanya sekedar pengalaman," ujar Jusri, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Jusri menambahkan, persiapan yang lain, menyangkut safety gear, antara lain, sepatu, celana, helm, sarung tangan, dan jaket. Safety gear ini juga harus diperhatikan, minimal harus dilengkapi, bukan di bawah minimal.

"Harusnya, beliau jangan menggunakan sepatu model sneakers, sarung tangan half cut, helm tanpa kacamata. Harusnya dengan mobilitas beliau, helmnya tidak boleh yang open face seperti itu, minimal pakai yang modular atau helm cakil dengan dilengkapi kacamata atau goggle. Sarung tangan juga harus yang penuh menutupi jari," kata Jusri.

Baca juga: Motor Jokowi yang Dipakai Off-Road Tanpa Suspensi Belakang

Dari sisi motor juga, menurut Jusri sebaiknya Jokowi minimal pakai motor yang punya kemampuan dual purpose. Melihat mobilitas Jokowi yang blusukan ke daerah off-road, lalu on-road, minimal pakai motor yang dual purpose.

"Kemarin kalau saya lihat pakai motor custom, bannya juga pakai ban on-road. Dengan ban semacam itu akan semakin sulit melewati medan off-road, dan ini membuka peluang beliau mengalami kecelakaan," ujar Jusri.

Menurutnya, dengan kondisi medan aspal yang di atasnya ada tanah, jalan sekitar 10 kpj sampai 15 kpj, kalau tergelincir dan terjatuh bisa saja mengalami memar, terkilir, atau bahkan patah tulang bisa saja terjadi.

"Menurut saya, dalam kegiatan beliau waktu itu, harus diperhatikan lagi safety gear-nya dan jenis motor harus yang tepat," kata Jusri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X