4 Motor Sport 2-tak Idola Remaja Zaman Dulu, dari NSR sampai RGR

Kompas.com - 27/12/2019, 16:37 WIB
Honda NSR 150 RR Astra otomotifjadul.blogspot.comHonda NSR 150 RR Astra
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga motor sport retro 150cc makin mahal di pasaran. Tampang cantik, tenaga besar dan bermesin 2-tak dengan suara yang khas membuat motor-motor tersebut jadi incaran kolektor saat ini.

Dari beberapa nama setidaknya ada empat motor yang cukup legendaris dan banyak peminatnya di Indonesia. Keempatnya ialah Honda NSR150, Kawasaki Ninja 150, Suzuki RGR 150, dan Yamaha TZM 150.

Baca juga: Tips Membeli Motor Sport 2-Tak Suzuki RGR 150

Honda NSR 150Macantua.com Honda NSR 150

1. Honda NSR150

Nama Honda NSR cukup terkenal di ajang balap. Maka itu, saat NSR 150 keluar, tak heran motor sport 2-tak ini jadi idola para pecinta roda dua dari dulu hingga sekarang.

Cukup banyak tipe NSR 150 series yang beredar di Indonesia, mulai dari tipe R, RR atau Astra, New RR, dan terakhir tipe yang paling tinggi adalah SP.

"NSR 150 R tahun 1994-1996 itu ciri-cirinya pakai behel bulat. Cat mesin hitam, dan rangkanya warna silver muda. Lalu, untuk tahun 1996-1998, mesinnya warna silver gelap dan rangka silver tua," ujar Ervino Latief, pendiri NMC (NSR Motorcycle Club).

Kawasaki Ninja 150 series yang kini tak lagi diproduksi.KMI Kawasaki Ninja 150 series yang kini tak lagi diproduksi.

2. Kawasaki Ninja 150

Kawasaki Ninja 150RR 2-tak punya banyak cerita di Indonesia. Sudah mengaspal sejak 1996, sepeda motor ini dikenal sebagai yang terkencang di segmennya.

PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) terus memperbarui hingga tiga generasi, namun akhirnya harus tutup usia mulai Juli 2015 karena regulasi pemerintah yang mengharuskan menjadi Euro3.

Teknologi Super KIPS dan HSAS yang dipasang agar tetap ramah lingkungan hanya mampu bertahan sampai Euro2.

Setelah tutup usia, KMI menyiapkan generasi penerus yang lebih ganteng, mengadopsi teknologi mesin 4-tak, meski harus naik kelas menjadi 250cc dengan nama Ninja RR Mono.

Baca juga: Pelihara Honda NSR 150, Hati-hati dengan Part-part ini

Suzuki RGR 150Dok. Denison Wicaksono Suzuki RGR 150

3. Suzuki RGR 150

Suzuki RGR 150 lahir di Indonesia pada awal 1990. Saat itu kehadirannya diposting untuk menantang Yamaha RX-Z. Model pertama yang lahir di Indonesia sering disebut RGR Sprinter karena punya lampu belakang kotak.

RGR Sprinter merupakan impor CBU dari Thailand. Di Negeri Gajah Putih motor itu bernama RG-V 150SS, yakni RG-V generasi kedua setelah RG-V 150S (1985-1991).

Sayang masa hidup RGR Sprinter tak lama. Suzuki menyetop penyebarannya pada 1992, dan kemudian pada 1993 digantikan RGR 150 generasi kedua yaitu RGR 150 Crystal.

Masa hidup RGR 150 Crystal juga tidak terlalu lama hanya tiga tahun sebab mulai berhenti dipasarkan pada 1995. Tahun itu Suzuki mengganti RGR Crystal dengan model lanjutan yaitu RGR Tornado (1995-1997).

Mengapa disebut Tornado sebab lampu belakangnya sudah lebih modern seperti Tornado. Secara keseluruhan bentuk bodinya juga lebih bulat dari dua varian pendahulunya.

Yamaha TZMMobildanmotorbekas.blogspot.co.id Yamaha TZM

4. Yamaha TZM 150

Yamaha TZM 150 pertama kali dipasarkan pada 1996. Masuk ke Indonesia secara resmi melalui PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hanya sekitar 290 unit.

Dengan jumlah yang sedikit tak heran harga motor in cukup tinggi di pasar. Sebab, jumlah motor seperti biasanya hanya bisa ditemui sedikit alias langka.

Ricky Mahendra, salah satu pemilik TZM 150, sejak tahun 2010 hingga sekarang, mengatakan, harga motor sport 2-tak tersebut cukup gelap alias tidak ada patokan.

"Tergantung kondisinya seperti apa. Tapi, rata-rata sekarang ini sih di kisaran Rp 40 jutaan sepertinya. Untuk yang sudah dimodif, bisa tembus Rp 60 jutaan. Untuk yang kondisinya biasa saja, Rp 50 jutaan," kata Ricky.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X