Pertamina Pastikan Pasokan BBM saat Libur Natal dan Tahun Baru Aman

Kompas.com - 20/12/2019, 15:24 WIB
Kemacetan di ruas Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, (18/12/2019). Kemacetan panjang hingga lenteng agung akibat pembangunan fly over Lenteng Agung. KOMPAS.com/M ZAENUDDINKemacetan di ruas Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, (18/12/2019). Kemacetan panjang hingga lenteng agung akibat pembangunan fly over Lenteng Agung.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi ( BPH Migas) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) saat puncak libur Natal dan tahun baru 2020 meningkat dua kali lipat dari biasanya.

Meski demikian, pasokkan dan kelangsungan distribusi BBM selama periode tersebut, terutama di puncak-puncak perjalanan, akan tersedia.

"Berdasarkan proyeksi kami, puncak perjalanan akan dua kali, pada H-1 yaitu 24 Desember 2019 dan H+6 atau 31 Desember 2019. Kita sudah melakukan persiapan panjang sebelumnya, jadi dirasa aman," kata Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa di keterangannya, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Baca juga: Kemenhub Keluarkan Aturan Jam Operasional Truk saat Libur Nataru

Kemacetan di ruas Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, (18/12/2019). Kemacetan panjang hingga lenteng agung akibat pembangunan fly over Lenteng Agung.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Kemacetan di ruas Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, (18/12/2019). Kemacetan panjang hingga lenteng agung akibat pembangunan fly over Lenteng Agung.

Adapun konsumsi BBM pada puncak libur pertama, lanjut dia, akan mencapai 120.000 kilo liter. Sementara di puncak kedua kebutuhan BBM diperkirakan mencapai 124.310 kilo liter.

Sedangkan untuk solar, diperkirakan akan lebih turun. Ia memperkirakan puncak untuk penggunaan solar terjadi dalam empat kali, sebelum Natal dan tahun baru.

Puncak pertama terjadi pada 21 Desember 2019 dengan proyeksi permintaan solar mencapai 51.920 kilo liter, kedua akan terjadi di 25 Desember 2019 dengan proyeksi permintaan mencapai 44.420 kilo liter, ketiga pada 4 Januari 2020 dengan proyeksi permintaan solar 50.910 kilo liter, dan 7 Januari 2020 sebesar 55.110 kilo liter.

"Kalau SPBU hanya ada satu di arah Palembang-Lampung dan Trans Jawa, maka akan ada tambahan kios," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X