Cerita Lesunya Bursa Mobil Bekas di Sriwedari Solo

Kompas.com - 15/12/2019, 13:01 WIB
Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari. Ari PurnomoSeorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Penjualan mobil bekas di bursa mobil bekas Sriwedari mengalami penurunan di tahun 2019. Dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan yang dirasakan oleh pedagang cukup besar.

Salah seorang pedagang mobil, Sumardi (55) mengungkapkan, penurunan penjualan mobil cukup dirasakan memasuki tahun 2019. Menjelang akhir tahun ini, penjualan mobil bekas masih lesu.

“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, atau awal dibukanya bursa mobil bekas ini jauh beda. Kalau sekarang laku satu saja sudah bagus,” terang Sumardi saat ditemui KOMPAS.com di bursa mobil bekas Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019).

Baca juga: Penjualan Mobil Bekas Masih Lesu, LCGC Mulai Saingi MPV

Pemilik Showroom di daerah Cemani, Sukoharjo ini mengatakan, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab menurunnya jumlah pembeli. Angka penurunannya cukup besar dan lebih dari 70 persen.

“Saya juga tidak tahu apa penyebabnya. Kalau 70 persen ya lebih, cukup besar penurunannya, ngeri” ungkapnya.

Sumardi menambahkan, saat awal-awal dibuka yakni tahun 2003 penjualan masih cukup bagus. Tetapi, memasuki akhir 2018 hingga 2019 penjualan sudah cukup sepi.

“Ya mungkin karena area parkir juga terbatas, jadi juga pembeli berkurang. Kalau nekat parkir di jalan takutnya kena gembok,” paparnya.

Meski begitu, Sumardi pun tetap mencoba menjual mobilnya di bursa mobil Sriwedari. Hal ini karena, dirinya sudah cukup lama berjualan mobil di bursa mobil Sriwedari.

“Ini saya bawa sembilan mobil. Ya ada yang city car juga ada mobil SUV,” katanya.

Baca juga: [POPULER OTOMOTIF] Tagihan Parkir Mobil Ini sampai Rp 10 Juta | Tarif Baru Tol Jagorawi

Salah satu pengurus bursa mobil bekas Sriwedari, Didit Eko Santoso (26) mengatakan, untuk penjualan mobil dirinya tidak bisa memantau secara pasti. Hal ini karena, transaksi yang dilakukan di bursa langsung pemilik mobil dengan calon pembeli.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X