Alasan Mundurnya Pembukaan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 09/12/2019, 18:13 WIB
Progres Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek 99,976 Persen, Rabu (4/12/2019). Rosiana Haryanti/Kompas.comProgres Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek 99,976 Persen, Rabu (4/12/2019).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tol Layang Jakarta-Cikampek yang semula digembor-gemborkan siap dibuka 15 Desember, mundur menjadi 20 Desember 2019. Hal ini pun sudah dipastikan oleh Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi.

Budi menjelaskan penyebab digesernya pembukaan tol layang terpanjang di Indonesia tersebut dikarenakan mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya terkait masalah pekerjaan yang mesti diselesaikan.

"Digeser menjadi tanggal 20 Desember, karena ada hal-hal yang mesti diselesaikan, seperti jalan yang belum rata sehingga mengurangi kenyamanan. Selain itu, tanggal 20 Desember 2019 diprediksi menjadi puncak lalu lintas libur Natal dan Tahun Baru," kata Budi dalam keterangan resminya, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Operasional Tol Layang Jakarta-Cikampek Mundur Jadi 20 Desember 2019

Hal ini senada dengan yang diungkapkan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Cucu Mulyana. Menurut Cucu, nantinya kendaraan yang boleh melintasi tol layang tersebut akan dibatasi hanya untuk golongan 1 saja.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II ElevatedDokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated

Alasannya, karena masih ada penyempurnaan sambungan antara satu ruas dengan ruas lain yang perlu disempurnakan. 

Lebih lanjut, Budi menjelaskan ketika dibuka pada 20 Desember nanti, Tol Layang Jakarta-Cikampek dapat dilintas tanpa tarif, alias gratis. Namun untuk kenyamanan dan keselamatan, kecepatan kendaraan akan dibatasi.

Baca juga: Terapkan ETLE, Batas Kecepatan di Tol Layang Jakarta-Cikampek Cuma 60 Kpj

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Bahkan Budi memastikan bila penerapan tilang elektronik melalui pengawasan kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) akan diberlakukan di tol layang tersebut.

"Kami sudah menyiapkan CCTV di beberapa titik. Jadi bagi pengendara yang melebihi batas kecepatannya akan dikenakan sanksi pada saat keluar dari jalan tol. Dan kita sudah menugaskan petugas di setiap empat km," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X