Binter Merzy, Motor Kawasaki yang Melegenda

Kompas.com - 22/11/2019, 08:22 WIB
Kawasaki Binter Merzy Oni FaristiwaKawasaki Binter Merzy

JAKARTA, KOMPAS.com - Redaksi kembali menghadirkan foto sepeda motor spesial (collectible item) dalam bentuk ilustrasi karya Oni Faristiwa. Liputan karya seni ini hadir reguler setiap Jumat, di kanal otomotif Kompas.com.

Kali ini, pada pekan ke-33 awak redaksi menghadirkan ilustrasi motor legendaris Kawasaki KZ200 atau sering disebut Kawasaki Binter Merzy.

Nama Binter Merzy merupakan sebutan orang Indonesia. ''Binter'' adalah singkatan dari ''Bintang Terang'' yakni PT Bintang Terang Indonesia (BTI), distributor Kawasaki di Indonesia tahun 80-an silam.

Baca juga: Suzuki RGR 150, Lebih Sulit Cari Motor daripada Spare Parts

Salah satu Kawasaki KZ200 atau dikenal dengan nama Binter Merzy yang ikut meramaikan gelaran Kawasaki Fest Day (KFD) Makassar 2018 pada Sabtu (1/9/2018).Kawasaki Motor Indonesia Salah satu Kawasaki KZ200 atau dikenal dengan nama Binter Merzy yang ikut meramaikan gelaran Kawasaki Fest Day (KFD) Makassar 2018 pada Sabtu (1/9/2018).

Sayang sejarah mencatat umur Binter Merzy tidak panjang. Motor ini hanya dijual selama enam tahun mulai 1980 sampai 1986 karena PT BTI waktu itu gulung tikar, dan menjadi sejarah kelam Kawasaki di Indonesia.

Meski perusahaannya bangkrut, namun warisannya tetap terjaga. Nama Binter Merzy masih harum sampai sekarang. Penggemarnya tak sedikit, unit yang ada di jalan pun banyak yang rawatan bukan motor butut.

Selain jadi motor koleksian, Binter Merzy sering dijadikan basis motor kustom. Mesin 200cc-nya terkenal bandel. Secara tampilan juga enak dilihat karena termasuk mesin tua, sebab umurnya sekarang sudah lebih dari 30 tahun.

Kawasaki Binter Merzy generasi awal bentuk tangkinya lebih membulatFoto: Otosite.net Kawasaki Binter Merzy generasi awal bentuk tangkinya lebih membulat

Salah satu penggemar Binter Merzy ialah Himawan Wicaksono, pemilik Binter Merzy tahun 1982 yang masih menggunakan sistem pengapian platina. Dia mengatakan masih sering memakai motornya untuk kerja sehari-hari.

Baca juga: Yamaha RX-Z, Laris di Malaysia Tumbang di Indonesia

"Saya suka Binter karena riding position-nya itu enak banget, dan kalau mesinnya sehat ini motor enak banget buat diajak jalan. Mesinnya tidak terlalu besar, pas, dan minim getaran, joknya juga empuk," kata Bagong, panggilannya, kepada Kompas.com, Kamis (21/11/2019).

Modifikasi Binter Merzy BaliStanly/KompasOtomotif Modifikasi Binter Merzy Bali

Binter Merzy terbagi dua versi. Generasi pertama yaitu tahun 1980-1982 yang masih memakai pengapian platina. Sedangkan generasi kedua sudah memakai CDI yang diproduksi mulai dari 1983-1985.

Selain pengapian, desainnya juga berbeda sedikit. Desain Binter Merzy generasi awal lebih bulat, sedangkan generasi kedua lebih kotak.

Binter Merzy mengusung jantung 198cc, silinder tunggal, 4-Tak, SOHC 2-katup. Rincian bore x stroke yaitu 66 x 58 mm dengan rasio kompresi 9,0:1. Motor mampu menghasilkan 18 tk pada 8.000 rpm dan torsi 16,5 Nm pada 7.000 rpm.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X