Suzuki RGR 150, Lebih Sulit Cari Motor daripada Spare Parts

Kompas.com - 16/11/2019, 07:42 WIB
Suzuki RGR 150 Dok. Denison WicaksonoSuzuki RGR 150

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki RGR 150 pernah berjaya pada masanya, tepatnya pada era '90-an. Motor sport 2-tak berkapasitas 150 cc ini sampai sekarang juga masih banyak yang merawatnya karena populasinya yang semakin langka. Meski begitu, beberapa pemilik RGR 150 mengaku lebih kesulitan mencari motornya dibanding spare part-nya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Denison Wicaksono, pemilik RGR Sprinter 150 tahun 1992. Menurut dia, spare part RGR 150 masih cukup mudah ditemukan. Masih banyak yang menawarkan part original Suzuki Genuine Parts (SGP) atau produk aftermarket.

 Baca juga: Suzuki RGR 150, Motor Kencang di Zamannya

"Sebenarnya tidak susah mencari spare part-nya, yang penting siap budget saja. Di online shop banyak yang jual. Bahkan, ada online shop yang spesialis jual spare part RGR saja," ujar Denison kepada Kompas.com, belum lama ini.

Suzuki RGR 150Dok. John Semrichardo Suzuki RGR 150

Denison menambahkan, untuk harganya, spare part original SGP bikinan Jepang yang New Old Stock harganya cukup mahal. Misalnya, blok mesin bisa mencapai Rp 2 jutaan. Sedangkan untuk yang aftermarket, harganya bisa setengahnya dari spare parts original SGP.

"Sebenarnya, cari motornya juga tidak susah. Dalam artian, tergantung kondisinya juga. Kalau bahan, saya yakin masih banyak, di situs jual beli atau di komunitas. Masih banyak yang menawarkan RGR dengan berbagai kondisi," kata Denison.

 Baca juga: Suzuki RGR 150 dan Kompetitornya yang Jadi Motor Incaran Kolektor

Untuk kisarannya, Denison menyebutkan, RGR yang masih bahan ada di kisaran Rp 3,5 juta. Sedangkan yang sudah direstorasi, harganya cukup bervariasi, biasanya sudah di atas Rp 15 jutaan.

Hal yang senada diungkapkan oleh John Semrichardo, dari komunitas RGRC (RGRider Community). Menurut John, untuk sektor mesin masih banyak pedagang atau komunitas yang menawarkan. Namun, untuk bagian bodi sudah sulit untuk menemukannya.

"Contohnya, fairing dan bracket fairing, itu sudah sulit didapatkan. Ada beberapa teman komunitas yang membuat cetakan bodi, lalu dicetak dan dijual kembali mirip aslinya. Bisa dibilang, akhirnya jadi harus mengakali," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X