Mengenal Masalah Overheat yang Bikin Lamborghini Raffi Ahmad Terbakar

Kompas.com - 20/10/2019, 11:43 WIB
Kolase mobil Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad. Instagram raffinagita1717/istKolase mobil Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad terbakar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/10/2019).

Insiden yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB ini terjadi karena mobil mengalami overheat hingga mengeluarkan api dari kompartemen mesin.

Terbakarnya Aventador bukan kali pertama terjadi. Sejumlah konsumen di Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirat Arab sudah beberapa kali mengalaminya.

Bahkan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional NHTSA sempat memerintahkan pabrikan asal Italia tersebut untuk melakukan recall.

Baca juga: Dugaan Sumber Api yang Hanguskan Lamborghini Aventador Raffi Ahmad

Komunitas Lamborghiniistimewa Komunitas Lamborghini

Dihubungi Kompas.com, Anthony Himawan dari Otohype menyatakan bahwa potensi mobil terbakar karena overheat sangat mungkin terjadi. Apalagi, kapasitas mesin mobil yang terbilang besar.

"Namun, hal tersebut bisa diantisipasi dengan cara mematikan mesin mobil. Biasanya, ketika temperatur sudah naik maka indikator di mobil akan menyala dan AC jadi tidak dingin. Pengemudi harusnya sudah antisipasi," kata Anthony, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Temperatur normal mobil, lanjut Anthony, adalah 90 sampai 100 derajat. Ketika cuaca sangat panas dan macet, temperatur bisa meningkat perlahan hingga 110 derajat.

Pada kondisi tersebut, AC tidak akan mengeluarkan udara dingin lagi dan indikator mulai menyala.

Baca juga: Raffi Ahmad Ikhlas Lamborghini Aventador Miliknya Terbakar

Lamborghini Aventador S RoadsterKOMPAS.com / Aditya Maulana Lamborghini Aventador S Roadster

"Jika sudah memasuki tahap seperti itu, mesin mobil harus dimatikan. Tidak boleh sampai 130 - 140 derajat. Ini tidak berlaku untuk supercar saja, semua mobil di kondisi ini pasti akan mengalami hal sama yakni terbakar," ujarnya.

"Kita sebagai pengemudi harus sudah paham mobil dan mengerti tunggangan yang kita gunakan. Jangan sampai lalai, karena bisa menyebabkan dampak panjang," kata Anthony.

Kondisi lainnya yang menyebabkan mobil overheat adalah, kinerja radiator dan kipasnya tidak optimal, water pump bermasalah, thermostat, hingga bagian elektrikal lain pada kendaraan.

Baca juga: Di Bawah Rp 100 Jutaan, Bisa Beli Sedan Mewah Eropa

Intinya, banyak faktor internal di dalam kendaraan yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Banyak juga kasus terjadi akibat adanya ubahan atau modifikasi pada sektor mesin, hingga menyebabkan komponen terkait malfungsi.

Perawatan berkala berkaitan erat dengan kondisi mobil. Lakukan perawatan berkala, agar kita mengetahui kondisi komponen-komponen, apalagi yang terkait dengan pendinginan mesin, agar tetap dalam kondisi optimal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X