Mobil Listrik Mitsubishi Diuji di Sumba, Isi Listrik Pakai Tenaga Surya

Kompas.com - 03/10/2019, 11:51 WIB
Mobil Listrik Mitsubishi di Uji di Sumba KOMPAS.com / Azwar FerdianMobil Listrik Mitsubishi di Uji di Sumba
|

TAMBOLAKA, KOMPAS.com - Sinar matahari yang melimpah di Sumba, Nusa Tenggara Timur, coba dimanfaatkan untuk menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), demi memanfaatkan energi baru dan terbarukan yang bersumber dari alam.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), bekerja sama dengan PLN, Kemenperin, BPPT dan Kyudenco.co, melakukan peresmian studi bersama memanfaatkan energi tenaga surya untuk pengisian daya kendaraan listrik di Pulau Sumba.

Mitsubishi bersama BPPT dan Kyudenko.co mengembangkan energi panel surya sebagai energi baru terbarukan di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bilacenge, Sumba Barat Daya.

Baca juga: Mitsubishi Indonesia Mulai Tergoda Hadirkan Xpander 1.3L

Mobil Listrik Mitsubishi di Uji di SumbaKOMPAS.com / Azwar Ferdian Mobil Listrik Mitsubishi di Uji di Sumba

Kemudian disalurkan ke alat pengisian daya cepat mobil listrik. Proyek studi bersama ini, menggunakan Mistubishi i-MiEV sebagai kendaraan listrik yang diuji beserta perangkat pengisian daya cepat tipe chademo yang dipasangkan di kantor PLN Tambolaka.

"MItsubishi telah membentuk sinergi positif dengan pemerintah dan lembaga terkait di Indonesia sejak tahun lalu, dalam upaya mengenalkan kendaraan listrik. Kami ingin lebih melanjutkan studi bersama dan kolaborasi dengan lebih banyak pihak di masa depan," ungkap Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI, Kamis (3/10/2019).

Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.Gilang Satria/Kompas.com Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.

Studi bersama Kendaraan Listrik di Sumba Barat Daya adalah studi kolaboratif antara Laboratorium Nasional untuk Teknologi Konversi Energi - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TKE-BPPT), MMKSI, PT PLN dan Kyudenko.co Corporation.

BPPT telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bilacenge dengan kapasitas 700 kWp. Pembangkit listrik ini dilengkapi dengan teknologi Sistem Manajemen Energi (EMS) bekerja sama dengan pemerintah Jepang melalui Kyudenko.co.

Baca juga: Tanpa Insentif 50 Unit Mitsubishi Outlander PHEV Terjual

Berkat EMS, daya stabil 200 kW dapat disuplai ke jaringan listrik selama durasi 7 jam, mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 15.00 sore, terlepas dari sifat intermittency dari pembangkit listrik tenaga surya.

Pengaturan output ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Jaringan komunikasi data dibangun untuk menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bilacenge dan Stasiun Pengisian Daya di kantor PLN Tambolaka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X