Jakarta Gelar Formula E Selama 5 Tahun

Kompas.com - 21/09/2019, 08:56 WIB
Pebalap bersaing dalam lomba Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019. AFP/GETTY IMAGES/David Dee DelgadoPebalap bersaing dalam lomba Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta akan menjadi tuan rumah balap Formula E pada 2020. Tidak hanya setahun tapi lima tahun berturut-turut sampai 2024.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, dengan menjadi tuan rumah sebanyak lima musim, maka Jakarta akan diuntungkan saat melakukan investasi di bidang infastruktur.

Baca juga: Mencari Jalur yang Paling Pas buat Sirkuit Formula E di Jakarta

"Jika ini menjadi event tahunan maka dari sisi investasi kita akan investasi infrastruktur, bangunan dan infrastrukturnya, dan bukan hanya sekali pakai, kalau hanya setahun sekali pakai setelah itu tidak memberikan manfaat lagi," kata Anies di Jakarta, Sabtu (20/9/2019).

Pebalap Tim Virgin Racing yang dibayangi Robin Frijns berkompetisi di New York E-Prix Formula E Musim 5 pada 13 Juli 2019 di New York, AS. Raksasa cybersecurity Kaspersky menjadi sponsor resmi tim Envision Virgin Racing untuk tahun kedua berturut-turut.AFP/Getty Images for Kaspersky/Mike Stobe Pebalap Tim Virgin Racing yang dibayangi Robin Frijns berkompetisi di New York E-Prix Formula E Musim 5 pada 13 Juli 2019 di New York, AS. Raksasa cybersecurity Kaspersky menjadi sponsor resmi tim Envision Virgin Racing untuk tahun kedua berturut-turut.

Anies mengatakan, dengan investasi jangka panjang ini, Jakarta sebagai tuan rumah akan bisa terus mengembangkan aspek lain.

"Bayangkan kalau kita selenggarakan Asian Games dua kali, maka tahun ini kita bisa melakukan hal-hal yang harusnya kita lakukan, dan tahun ketiga ada tambahan lagi ide-ide yang didapat. Jadi kita melihatnya bukan seperti sebagai event organizer tapi melihatnya sebagai pengembangan Jakarta dengan memanfaatkan Formula E," katanya.

Baca juga: Anies Sempat Diminta Tidak Buat Pernyataan soal Formula E

Selain infrastruktur, Anies mengatakan, dampak ekonomi ketika menjadi tuan rumah Formula E juga cukup besar yakni1,2 triliun rupiah. Angka ini belum termasuk keuntungan lain yang tak dapat dihitung.

Anies mengatakan, tim Formula E mengatakan sudah melakukan feasibility studies, jumlah Rp 1,2 triliun itu pun dicapai hanya memakai asumsi studi kelayakan bisnis yang cukup rendah.

"Ini masih asumsi yang menurut kami sangat konservatif, tapi asumsi itu bisa kita pakai sebagai rujukan. Diperkirakan pergerakan perekonomian selama event itu sekitar Rp 1,2 triliun dengan jumlah 35.000 penonton," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X