Kemenhub Dukung Tilang Elektronik Truk ODOL di Tol

Kompas.com - 19/09/2019, 19:05 WIB
Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019). KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDERAktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) mendukung langkah kepolisian untuk menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcmenet ( ETLE) di ruan jalan tol

Menurut Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani, adanya ETLE akan membantu langkah penindakan terhadap truk atau kendaraan niaga yang beroperasi secara over domension dan overloading ( ODOL).

"Ini sejalan dengan program Kemenhub mengenai zero ODOL pada 2020 mendatang, jadi diharapkan kepolisian juga bisa memberikan tindakan terhadap truk-truk yang beroperasi di luar dari regulasi yang sudah ditetapkan," kata Yani saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Truk ODOL Bakal Kena Tilang Elektronik di Jalan Tol

Yani menjelaskan bila Kemenhub akan mengambil langkah tegas pada 2020 terhadap kendaraan berat yang terbukti ODOL, terutama yang beroperasi di ruas-ruas tol. Tahap awal akan fokus pada jenis dump truck.

Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

Hal ini lantaran dump truck sering digunakan untuk mengangkut barang bawaan melebihi kapasitas yang ditentukan. Bahkan dari beragam kasus kecelakaan, rata-rata juga disebabkan oleh dump truck yang terbukti ODOL.

"Fokus ke dump truck karena kendaraan ini paling sering disalah gunakan, seperti membawa barang melebihi kapasitas. Kita juga sudah bicarakan dengan pihak pabrikan sampai ke tingkat diler, bahkan ke karoseri juga nanti. Tapi bukan berarti kendaraan niaga lain yang ODOL kita biarkan, itu tetap ada tindakannya," ujar Yani.

Baca juga: Cara Kerja Kamera ETLE Tangkap Kendaraan yang Ngebut di Jalan Tol

Kendaraan melintas saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan Contra Flow tersebut diberlakukan selama proses olah tkp kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Kendaraan melintas saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan Contra Flow tersebut diberlakukan selama proses olah tkp kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang.

Menurut Yani, salah satu upaya untuk memberantas ODOL di ruas tol adalah dengan menggunakan Weight in Motion (WIM) yang bisa mendeteksi atau menimbang berat dari kendaraan. Bila terdeteksi, maka akan langsung dikeluarkan di pintu terdekat.

"Dengan adanya tilang elektronik melalui CCTV, maka akan lebih memperketat lagi dari segi aspek hukum. Dengan demikian, membuat peredaran ODOL akan menurun," kata Yani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X