Taksi Online Jangan Diistimewakan dari Aturan Ganjil Genap

Kompas.com - 11/09/2019, 06:42 WIB
Ilustrasi Kompas.com / Walda MarisonIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tujuan dibuat aturan perluasan pembatasan kendaraan dengan sistem plat nomor ganjil genap, yaitu untuk menurunkan polusi udara di DKI Jakarta. Selain itu, mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan, jangan istimewakan taksi online jika benar ingin fokus mengurangi tingkat polusi di ibu kota.

Menurut Ahmad, transportasi berbasis daring juga harus tunduk pada ketentuan pembatasan kendaraan ganjil genap, sebab populasinya saat ini cukup banyak dan merata di seluruh wilayah.

Baca juga: Taksi Online Gagal Dapat Stiker Pengecualian Ganjil Genap

"Jika ingin bebas beroperasi di kawasan tersebut, sebaiknya dikonversi menjadi angkutan umum," kata Ahmad belum lama ini kepada Kompas.com.

Ilustrasi taksi online.SHUTTERSTOCK Ilustrasi taksi online.

Ahmad melanjutkan, jika transportasi berbasis daring hanya diberikan stiker khusus agar bisa melintas di kawasan ganjil genap, akan ada potensi untuk disalahgunakan.

"Penggunaan kendaraan pribadi bisa jadi tidak berkurang, bahkan terus bertambah, sama halnya dengan ojek dan taksi daring," ucap dia.

Gagal Diberikan Stiker

Aiptu Aris Rusjana, Polantas yang sabar saat dibentak-bentak pengendara mobil yang melanggar ganjil genapKOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI Aiptu Aris Rusjana, Polantas yang sabar saat dibentak-bentak pengendara mobil yang melanggar ganjil genap

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X