Cara Memadamkan Mobil Listrik yang Terbakar, Jangan Pakai Air

Kompas.com - 08/09/2019, 18:31 WIB
Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf Foto: Wikipedia/H.KashiokaBaterai Mobil Listrik Nissan Leaf
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu keraguan memakai mobil listrik yaitu terkait dengan keselamatan. Belum lama ini, sekitar Juli 2019, Tesla Model 3, dilaporkan meledak setelah mengalami kecelakaan di Moskow, Rusia.

Ada pula Tesla Model S yang meledak sebelum akhirnya terbakar di salah satu area parkir di China. Setelah dianalis, Tesla menyebut hal itu dipicu salah satu modul baterai, meski tidak dijelaskan secara rinci.

Baca juga: Plus Minus Baterai Lithium Ion buat Kendaraan Listrik

Dua kejadian tersebut membuat berbagai pertanyaan mengenai keamanan baterai di mobil listrik. Serta bagaimana tindakan pertama jika mobil listrik terbakar, apa yang mesti dilakukan.

Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang amanelectrec.co Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman

Evvy Kartini, Peneliti Senior Batan (Badan Tenaga Nuklir Indonesia) mengatakan, sifat baterai berbeda dengan bensin. Baterai dirancang untuk menyimpang energi, sehingga perlakuan saat terbakar berbeda.

"Baterai adalah media penyimpanan energi, jadi untuk mematikan, baterai harus discharge atau dikosongkan. Jadi kalau dalam keadaan satu baterai terbakar itu seperti petasan. Karena masih ada energi misalkan harus di-discharge dulu," kata Evvy di Balai Kartini belum lama ini.

Baca juga: Esemka Mulai Konsentrasi Percepat Produksi

Dengan analogi seperti petasan, maka saat mobil listrik terbakar karena baterai meledak cara memadamkannya tidak cukup memakai air, tapi memakai pasir.

"Tindakan utama saat baterai terbakar, jangan disiram air, nanti akan menambahkan reaksi, kalau menurut saya pakai medium seperti pasir," katanya.

Armada taksi Bluebird bertenaga listrik BYD e6 dan Tesla model X 75DKompas.com/Setyo Adi Armada taksi Bluebird bertenaga listrik BYD e6 dan Tesla model X 75D

Mudah Terbakar

Anggapan baterai mobil listrik mudah terbakar pun bukan pepesan kosong. Seperti disebutkan Agus Mukhlisin, perwakilan dari Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS.

Agus yang berpengalaman keliling Indonesia dengan mobil listrik mengatakan sangat menjaga suhu baterai. Sebab baterai akan cepat memanas bila terus digeber melewati tanjakan.

"Kalau saya paksakan nanti temperatur akan naik dan bisa terbakar, makanya komponen yang sangat saya jaga yaitu battery pack-nya. Bayangkan mobil listrik tidak punya bahan bakar, tapi bisa ada ledakan. Nah itu terjadi di baterainya," ujar Agus.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X