Mengenal 3 Jenis Baterai Lithium Ion, Mana yang Paling Bagus?

Kompas.com - 08/09/2019, 11:19 WIB
Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV. KOMPAS.com/Agung KurniawanBagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Baterai lithium ion disebut sebagai masa depan kendaraan listrik. Namun ternyata baterai yang memiliki kepadatan energi tinggi itu juga terbagi dalam beberapa tipe.

Tipe pertama ialah baterai lithium NCA singkatan dari Nickel Cobalt Aluminum Oxide. Kemudian kedua lithium NMC singkatan dari baterai lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide.

Sedangkan tipe baterai lithium ketiga yaitu lithium LFP, singkatan dari Lithium Iron Phosphate atau dikenal sebagai baterai lithium besi fosfat.

Baca juga: BPPT Kaji Pengolahan Limbah Baterai Mobil Listrik

Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang amanelectrec.co Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman

Evvy Kartini, Peneliti Senior Batan (Badan Tenaga Nuklir Indonesia), mengatakan, perbedaan ketiganya yaitu NCA, NMC, dan LFP terletak pada kapasitas voltase yang dihasilkan.

"Setiap baterai berbeda, yang popular adalah NCA. Dia punya kapasitas yang besar dibanding NMC dan juga LFP. Dia (NCA) Voltasenya lebih besar yaitu 3,7 volt per sel. Kalau LFP 3,2 volt," kata Evvy di Balai Kartini, Jakarta, (5/9/2019).

Evvy mengatakan, meski sama-sama betarai lithiun ion, tingkat voltase yang dihasilkan bisa berbeda antara satu sama lain karena komposisi materialnya berbeda.

Pada baterai jenis NCA, material Nickel mendominasi dibanding material lainnya. Pada NMC hampir merata. Sedangkan komposisi LFP adalah Lithium, Iron, dan Phosphate.

Penukaran baterai Honda PCX Electric bisa dilakukan di AlfamartDonny Dwisatryo Priyantoro Penukaran baterai Honda PCX Electric bisa dilakukan di Alfamart

Karakter

Evvy mengatakan, pabrikan mobil listrik, Tesla menggunakan baterai NCA di mobilnya, karena dia memiliki spesifikasi baterai yang paling tinggi dan lebih ringkas.

"Misalkan kalau pakai baterai NCA di mobil hanya butuh 100 sel baterai, kalau tapi pakai LFP jadinya butuh 200 baterai," ucap Evvy.

Baca juga: Ini Proses Pengolahan Limbah Baterai Mobil Listrik

Untuk NMC memiliki karakter penyimpanan energi yang bagus, dan juga daya yang lebih besar di atas LFP, namun di bawah NCA. Tesla menggunakan NMC di unit stasiun pengecasannya.

Sedangkan baterai LFP memiliki daya paling rendah ketimbang NCA dan NMC. Namun jenis baterai ini paling aman sebab suhunya lebih dingin dan tidak mudah meledak.

"Phosphate itu kan pendingin, bahan ramah lingkungan tapi pendingin. Kalau Nickel itu kan bahan panas karena metal," pungkas Evvy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X