Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/09/2019, 19:14 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Populasi kendaraan listrik berbasis baterai (termasuk di dalamnya adalah mobil listrik penuh, hibrida, plug in hybrid, dan fuel cell) di Jakarta ternyata terus mengalami pertumbuhan. Hingga saat ini, sudah ada 1.150 unit mobil dan sepeda motor listrik yang beredar.

Walau era elektrifikasi di Indonesia masih tahap awal, ternyata minat masyarakat terhadap kendaraan berteknologi rendah emisi ini cukup tinggi.

Hal tersebut dibuktikan dari data yang diperoleh Korlantas Polri tentang jumlah kendaraan bermotor listrik yang terdaftar di Polda Metro Jaya.

Sampai pada Agustus 2019, tercatat ada 55 mobil listrik penumpang dan 3 bus listrik yang beroperasi di Jakarta.

Sedangkan untuk motor listrik, sudah ada 1.092 unit, termasuk di dalamnya motor yang digunakan sebagai alat angkut perkantoran.

Baca juga: Polisi: Mobil Listrik Harus Punya STNK dan BPKB

Jumlah mobil dan sepeda motor listrik di kawasan Jakarta dan sekitarnya terkiniKOMPAS.com/Ruly Jumlah mobil dan sepeda motor listrik di kawasan Jakarta dan sekitarnya terkini

Sementara di Jawa Barat (Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, dan Cinere) hingga saat ini secara total ada 105 kendaraan listrik yang beredar.

Sedangkan wilayah Banten (Kota Tangerang, Ciledug, Serpong, dan Ciputat), kendaraan listrik sudah sebanyak 164 unit dimana semuanya berjenis motor.

"Semua kendaraan tersebut sudah legal, dalam artian telah memiliki STNK dan TNKB. Karena jika belum, tidak boleh dioperasionalkan di jalan," kata Aan Suhanan, Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Toyota Prius Hybrid yang diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk riset.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Toyota Prius Hybrid yang diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk riset.

Baca juga: Ini Komponen Tervital di Mobil Listrik, Salah Sedikit Bisa Terbakar

Dirinya juga menyatakan bahwa kendaraan listrik sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan tercatat sejak 2012 lalu.

Namun saat itu, berbagai pihak masih bingung untuk mengaturnya sehingga operasionalnya terbatas. Kendati demikian, registrasi kendaraan listrik sudah bisa dilakukan.

"Setiap kendaraan yang akan dioperasikan di jalan harus melalui uji laik jalan dan uji tipe (teknis). Sehingga, nantinya akan keluar Sertifikat Registrasi Uji Tipe Kendaraan (SRUT). Output-nya nanti adalah BPKB dan STNK," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.