Plus Minus Balapan Formula E di Jakarta Menurut Moreno Soeprapto

Kompas.com - 05/09/2019, 18:01 WIB
2016/2017 FIA Formula E Championship in Monte-Carlo, Monaco, Saturday (13/5/2017). Sebastien Buemi (SUI), Renault e.Dams, Spark-Renault, Renault Z.E 16. 
Sam Bloxham/LAT/Formula E2016/2017 FIA Formula E Championship in Monte-Carlo, Monaco, Saturday (13/5/2017). Sebastien Buemi (SUI), Renault e.Dams, Spark-Renault, Renault Z.E 16.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin menyelenggarakan Formula E pada tahun 2020 disambut antusias berbagai kalangan.

Salah satunya dari Anggota DPR RI Komisi VII Moreno Soeprapto yang juga mantan pebalap mobil Formula, saat berbicara di seminar hari kedua gelaran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan (5/9/2019).

Seperti diketahui, Formula E terkenal sebagai ajang balap mobil listrik yang menggunakan jalanan perkotaan sebagai arena balap. 12 kota di dunia sudah menggelar ajang ini seperti Hong Kong, Roma, Paris, Berlin, New York, dan lainnya.

Baca juga: Kata Menpora, Sirkuit Formula E Jakarta di Sekitar Monas dan Sudirman

NIssan Formula E.NISSAN NIssan Formula E.

“Kami dari Komisi VII mendukung sekali dari kegiatan ini. Di samping itu, Indonesia sudah bersiap diri menyambut mobil elektrik. Kalau sudah masuk, kita harus siapkan juga regulatornya,” kata Moreno.

Menurutnya, langkah ini juga dapat dipakai sebagai kampanye kendaraan ramah lingkungan. Serta mempromosikan kelebihan-kelebihan mobil listrik.

Mobil listrik ada plus minusnya dengan mesin bensin, tentu full elektrik tidak ada suaranya. Nah untuk balap, suara ini harus dipikirkan seperti apa. Karena suara di mobil listrik penting, selain dapat membawa atmosfer dan adrenalin, juga untuk keamanan,” terang Moreno.

Baca juga: Sirkuit Jalanan Formula E Akan Tonjolkan Ikon Jakarta

Rio Haryanto Formula E Rio Haryanto Formula E

Soalnya performa mobil balap listrik memang jauh di atas mobil balap bermesin konvensional, maka tak heran perlu ada suara tambahan agar posisi mobil dapat terpantau.

“Kecepatannya tinggi sekali, torsinya sangat besar. Kecepatan dari 0-400 meter, kalau Formula zaman saya perlu bertahap. Sekarang sudah instan, ibaratnya dari 0 rpm bisa tiba-tiba 10.000 rpm. Betul-betul teknologi ini sangat mendongkrak dan membantu pembalap,” jelas Moreno.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X