Serbuan Impor CBU Mobil Listrik Bisa Golakan Industri Otomotif

Kompas.com - 26/08/2019, 08:02 WIB
Ilustrasi mobil listrik. The GuardianIlustrasi mobil listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahap awal untuk mempercepat era elektrifikasi atau kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia, pemerintah berencana untuk membebaskan produsen otomotif mendatangkan produknya secara utuh (completely built-up/ CBU) ke tanah air.

Harapannya, masyarakat akan terbiasa dengan keberadaan kendaraan jenis baru tersebut dan lebih jauh merangsang untuk memilikinya secara pribadi.

Namun langkah tersebut mendapat kritikan dari Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), Yohanes Nangoi. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak gegabah dalam mengambil keputusan sehingga meresahkan produsen otomotif dalam negeri.

Baca juga: Tahap Awal, Produsen Otomotif Boleh Impor Mobil Listrik

"Khawatirnya, kalau 10-15 tahun lagi mobil kita harus impor semuanya. Itu yang patut kita perhatikan, kami jaga betul. Gaikindo tidak ingin industri otomotif mati," katanya di sela-sela diskusi Kendaraan Listrik Sebagai Solusi Pengurangan Polusi Udara dan Penggunaan BBM, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Nangoi melanjutkan, bila tujuannya hanya untuk tes atau membentuk pasar, boleh-boleh saja. Tapi terus monitor dan awasi produsen tersebut, jangan sampai kelabasan.

Armada taksi Bluebird bertenaga listrik BYD e6 dan Tesla model X 75DKompas.com/Setyo Adi Armada taksi Bluebird bertenaga listrik BYD e6 dan Tesla model X 75D

"Pada tahap awal, untuk menentukan jenis apa ya sesuai, tipe seperti apa, jadi kajian-kajian sebelum diindustrikan di sini boleh saja. Supaya istilahnya, tidak beli kucing dalam karung. Tapi jangan dilepas, nanti mereka kelabasan," kata Jongkie.

Para produsen otomotif yang impor CBU, kata Jongkie, harus komitmen untuk melokalkan produknya di Indonesia. “biSaya rasa diberi waktu dua tahun cukup untuk membangun industrinya, jangan lebih," ujar dia lagi.

Baca juga: Era Mobil Listrik Dimulai, Indonesia Masih Bingung Daur Ulang Baterai

Pada kesempatan sama, Nangoi juga mengingatkan bahwa jika pemerintah salah langkah dan mematikan industri otomotif dalam negeri, akan terjadi pergolakan besar.

“Kami sekarang mempekerjakan lebih dari 3 juta orang, menghasilkan devisa karena kami mengekspor. Jangan sampai suatu saat kita harus mem-PHK semua orang terus kami harus impor 100 persen mobil-mobil semua,” ucapnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X