Mobil Menteri Harusnya PHEV

Kompas.com - 22/08/2019, 17:10 WIB
Simulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8  saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISimulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8 saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Para menteri pembantu kerja Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi) akan mendapatkan mobil dinas baru. Dari informasi tender yang dimenangkan PT Astra International, jumlah anggarannya mencapai Rp 147 miliar lebih.

Sementara untuk kriteria mobil yang diputuskan harus berbentuk sedan dengan mesin enam silinder 3.500 cc atau sport utility vehicle (SUV) 3.500 cc.

Bila melihat dari hal tersebut, dapat diketahui mobil yang akan digunakan masih mengusung teknologi konvensional atau bermesin pembakaran.

Hal tersebut seakan tidak sejalan dengan euforia kendaraan ramah lingkungan yang saat ini sedang ramai digaungkan.

Apalagisetelah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 mengani Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan resmi di tekan Jokowi.

Baca juga: Harga Toyota Crown Hybrid, Kandidat Mobil Menteri Jokowi

Menanggapi kondisi ini, pengamat otomotif Bebin Djuana, mengatakan harusnya pejabat negara atau pemerintah menyelaraskan kendaraan dinas dengan mobil listrik yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

Toyota Prius PHEVFoto: Toyota Canada Toyota Prius PHEV

"Harus begitu, jangan ke konvensional lagi. Kita sekarang sedang persiapan masuk ke era kendaraan listrik, paling tidak dari pemerintah dalam hal ini menteri ikut mengaungkan kembali dengan mobil dinas yang bukan hanya ramah lingkungan tapi juga mengarah ke elektrik. Hal ini sekaligus menjadi sebuah sosialisasi juga," ucap Bebin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/8/2019).

Lebih lanjut Bebin menjelaskan memang saat ini untuk mobil yang murni listrik akan sedikit sulit digunakan di Indonesia. Hal ini lantaran masalah klasik seperti infrastruktur yang belum siap.

Baca juga: Para Menteri Jokowi Siap Pakai Mobil Dinas Baru

Namun demikian, Bebin menjelaskan turunan dari mobil listrik pilihannya masih ada yang plug-in hybrid electric vehicle ( PHEV). Teknologi ini sangat cocok untuk digunakan sebagai mobil dinas menteri, karena selain ramah lingkungan dan rendah emisi, secara mesin pun tak terlalu besar.

Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.Gilang Satria/Kompas.com Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.

"Jangan yang hibrida, tapi minimal itu PHEV karena bila hanya hybrid itu sudah terlalu biasa. Mobil PHEV ini juga sebagai sosialisasi dan percontohan, secara konsumsi bahan bakar juga masih irit karena rata-rata kapasitas mesinnya kecil dan masih nyaman digunakan untuk keperluan dinas seperti ke luar kota," ucap Bebin.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X