Toyota Kijang, Punya Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia

Kompas.com - 21/08/2019, 12:01 WIB
Ekspor Innova menciut karena Thailand. TMMINEkspor Innova menciut karena Thailand.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyebut bahwa dari tahun 1970-an, Toyota Kijang sudah menemani masyarakat Indonesia dalam berkegiatan. Mobil jenis MPV itu terus berkembang seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Syekh Mohammed bilang (saat bertemu), Uni Emirat Arab pada tahun 1960 mereka dari Dubai ke Abu Dhabi naik unta. Lalu naik Holden dan Impala, tahun 1970 naik truk dan pick up. Kita (pada tahun yang sama) naik Kijang. Tapi 1980-1985 di sana loncat ke Mercedes-Benz dan BMW. Kita masih naik Kijang. Kuncinya adalah kecepatan," kata Jokowi dalam pembukaan Muktamar V PKB di International Convention Centre Westin Resort, Badung, Bali, Selasa (20/8/2019).

Bila melihat sejarahnya, memang Kijang (kepanjangan dari Kerjasama Indonesia-Jepang) adalah salah satu mobil yang bisa jadi saksi bisu perkembangan Indonesia. Semula yang hanya digunakan sebagai kendaraan alat angkut serbaguna, hingga menjadi mobil keluarga yang laris di Tanah Air dan luar negeri (ekspor).

Kijang terlahir atas respons dari Toyota menanggapi kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan industri nasional melalui pengembangan alat angkut serbaguna sekitar pertengahan tahun 1970. Kijang dibuat menyesuaikan karakter spesifik pasar serta geografis Indonesia.

Baca juga: Jokowi: 1980-1985 Orang Dubai Naik Mercy dan BMW, Kita Masih Kijang...

Hingga pada akhirnya, Kijang hadir dalam konsep Basic Utility Vehicle (BUV) yang diluncurkan pada Juni 1977.

Seiring dengan kemajuan ekonomi dan kebutuhan masyarakat, rancang bangun Toyota Kijang terus dikembangkan sehingga mobil ini tidak lagi hanya sebagai BUV, tapi menjadi kendaraan serba guna. Hal ini ditandai dengan kehadiran Toyota Kijang Generasi ke-2 pada tahun 1981.

Sejak saat itu, Toyota Kijang tak lagi dikenal sebagai kendaraan angkutan barang, tapi juga sebagai kendaraan keluarga yang saat ini dikenal sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV).

Baca juga: Dari Indonesia untuk Dunia, Begini Wajah Otomotif Indonesia Terkini!

Seiring berjalannya waktu, Kijang terus berkontribusi terhadap Indonesia dengan meningkatkan kandungan dalam negeri (TKDN)-nya. Berawal di angka 19 persen pada Kijang generasi pertama, TKDN Kijang merangkak naik menjadi 30 persen pada generasi kedua.

Keseriusan untuk meningkatkan kandungan lokal terus ditunjukkan dengan penambahan rasio kandungan lokal Kijang menjadi 40 persen pada Kijang generasi ketiga yang diperkenalkan pada tahun 1986, Kijang Super.

Baca juga: Jokowi Identik dengan Kijang Innova

Kijang generasi keempat atau Kijang Kapsul yang diperkenalkan ke publik tahun 1997 memiliki TKDN sebesar 53 persen. Sedangkan Kijang generasi kelima dan keenam, secara berturut-turut memiliki TKDN 75 persen dan 85 persen. Produknya, sebagaimana kita kenal saat ini, ialah Grand New Kijang Innova.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X