[POPULER OTOMOTIF] Mobil Listrik di Indonesia | Premium Dihapus, Solusi Turunkan Pencemaran Udara

Kompas.com - 18/08/2019, 07:02 WIB
Pasca gempa Donggala dan Palu Sulteg, pasokan bbm di spbu kabupaten mateng dan pasangkayu langka. KOMPAS.ComPasca gempa Donggala dan Palu Sulteg, pasokan bbm di spbu kabupaten mateng dan pasangkayu langka.

Bagian distribusi ditangani oleh Toyota Astra Motor (TAM) sedangkan produksi oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Menanggapi hal tersebut, Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing TAM, mengatakan, pada dasarnya tidak ada masalah saat pabrik yang sekarang ada kemudian diperluas untuk membuat mobil listrik.

Baca juga: Toyota Bicara Soal Produksi Mobil Listrik

3. Korelasi BBM Oktan Rendah dengan Pencemaran Udara

Belum lama ini, Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyimpulkan kalau hadirnya bahan bakar dengan oktan rendah atau kualitas yang buruk dapat membantu meningkatnya pencemaran udara.

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB, menjelaskan, kendaraan yang menggunakan bensin, sekarang ini harus menggunakan oktan yang minimal 91 atau Pertamax (RON 92). Kalau kurang dari itu, maka akan memicu terjadinya knocking atau mengelitik pada mesin.

"Ketika mengelitik, maka akan ada banyak bahan bakar yang terbuang. Selain boros bahan bakar, juga akan meningkatkan polutant hidrocarbon, karbon monoksida, dan nitrogen dioksida," ujar pria yang juga akrab disapa Puput, di sekretariat KPBB, Sarinah, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Baca juga: Korelasi BBM Oktan Rendah dengan Pencemaran Udara

4. Hapus Premium Bisa Jadi Solusi Turunkan Pencemaran Udara

Ilustrasi asap putih keluar dari knalpot mobilFoto: Paulan.org Ilustrasi asap putih keluar dari knalpot mobil

Banyaknya jumlah kendaraan di DKI Jakarta membuat kualitas udara semakin tidak sehat. Ternyata kondisi ini tidak terlepas dari kualitas dari bahan bakar mnyak ( BBM) yang digunakan oleh setiap kendaraan.

Menurut data dari Trend AAQM (Ambient Air Quality Monitoring), rata-rata tahunan konsentrasi PM 2.5 pada Januari hingga 30 Juli 2019 adalah 46.16 ugram//m3 dengan konsentrasi terendah 1 ugram/m3 dan tertinggi 155 ugram/m3.

Sementara, baku mutu WHO adalah 10 ugram/m3. Baca juga: Harga Pertamax Naik, Bisakah Mobil Honda Minum Pertalite atau Premium?

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbal) , mengimbau, Gubernur DKI Jakarta harus melakukan langkah yang sesegera mungkin untuk mengendalikan pencemaran udara, antara lain melarang penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan.

Baca juga: Hapus Premium Bisa Jadi Solusi Turunkan Pencemaran Udara

5. Cerai dari KTM, Johann Zarco Bisa Balik ke Moto2

Johann ZarcoFoto: Visordown Johann Zarco

Ke mana Johann Zarco berlabuh setelah mengumumkan hengkang dari KTM pada 2020 belum jelas. Pebalap Perancis itu masih menimbang-nimbang, bisa terus di MotoGP atau balik lagi ke Moto2.

Zarco mengatakan, target berada di MotoGP bersama tim yang baik merupakan target utamanya. Namun kalaupun tidak bisa terealisasi, maka dia harus memikirkan rencana lain, salah satunya yaitu turun kelas.

"Itu Moto2 adalah sebuah pilihan. Saya punya katakanlah, rencana A, B, C, bahkan mungkin D. Semuanya masih sangat segar, karena pengumuman saya berhenti juga baru," kata Zarco mengutip Motorsport, Sabtu (17/8/2019).

Baca juga: Cerai dari KTM, Johann Zarco Bisa Balik ke Moto2

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X