Mitsubishi Indonesia Bicara Kolaborasi Mobil Listrik dengan Nissan

Kompas.com - 16/08/2019, 08:12 WIB
Detil produk terbaru Mitsubishi yang hadir di GIIAS 2019, New Triton UltimateKompas.com/Setyo Adi Detil produk terbaru Mitsubishi yang hadir di GIIAS 2019, New Triton Ultimate

TANGERANG, KOMPAS.com - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) membuka suara terkait kemungkinan kembali kolaborasi dengan Nissan untuk mobil listrik, termasuk hibrida maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Direktur Penjualan dan Pemasaran MMKSI Irwan Kuncoro, menyatakan bahwa sejatinya memiliki aliansi mempunyai keuntungan untuk berbagi platform, produksi, logistik, dan lainnya untuk memangkas biaya produksi serta riset dan pengembangan (RnD).

Lewat aliansi, produsen terkait juga memungkinkan untuk lakukan percepatan produksi suatu kendaraan tertentu. Lantas, apakah Mitsubishi Indonesia bakal melanjutkan berbagi platform dengan Nissan sebagaimana Xpander-Livina?

"Memang, keuntungan aliansi memungkinkan untuk hal tersebut. Namun terkait rencana aliansi atau pengembangannya (untuk elektrifikasi) itu bukan ranah kami sebagai distributor tetapi prinsipal. Saya tidak bisa komentar lebih jauh terkait hal ini," kata Irwan di Tangerang, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Mitsubishi Pajero Sport Uji Bahan Bakar Solar B30

"Lalu terkait produksi kendaraan elektrik (hibrida) di Indonesia harusnya bisa saja, tapi kembali lagi itu ranah prinsipal. Kami juga masih menunggu teknis aturan (perpres kendaraan listrik) dan kecenderungan pasar seperti apa," lanjut dia.

Pada tahap awal, kata Irwan lagi, sesuai dengan kebijakan pemerintah, Mitsubishi Indonesia akan mendatangkan kendaraan elektrik lewat jalur impor secara utuh atau completely built up (CBU) dahulu.

Baca juga: Begini Cara Outlander PHEV Jadi Sumber Listrik buat Rumah Tangga

"Sembari berjalan, kita juga menanti petunjuk teknis dan hasil komunikasi antara Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) dengan pemerintah untuk mengetahui detail-detail tentang elektrifikasi. MMKSI akan berfokus untuk SUV bertenaga listrik," ujar Irwan.

Sebelumnya Mitsubishi Indonesia sudah resmi menjual mobil elektrik yakni Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Namun mobil yang diperkenalkan pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 tersebut masih berstatus impor secara utuh dan menduduki segmen kendaraan kelas menengah ke atas, sehingga harga jualnya tinggi.

Di samping itu, sejauh ini Mitsubishi juga belum memiliki platform untuk mobil listrik (baik hibrida maupun PHEV) kompak dan Multi Purpose Vehicle (MPV), yang pasarnya sangat besar di Indonesia. Sedangkan Nissan secara global sudah punya produk yang sasarannya A-segment dan B-segment seperti Leaf ataupun Note E-Power.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X