Pentingnya Ganti Minyak Rem, Cegah Rem Blong

Kompas.com - 29/07/2019, 18:42 WIB
Ilustrasi cara mendeteksi kanvas rem mobil. Aditya Maulana, OtomaniaIlustrasi cara mendeteksi kanvas rem mobil.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Rem blong masih kerap ditemui sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan kendaraan di jalan. Menurut data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), sepanjang 2018 kecelakaan karena hal ini naik 32 persen menjadi 9.333 tragedi.

Rem blong adalah disfungsi rem yang menyebabkan sistem pengereman tidak bekerja dengan baik, bahkan tidak berfungsi sama sekali. Sebenarnya, rem blong dapat diantisipasi sebagaimana dikatakan Chief Mechanic Autochem Racing, Taqwa Suryo Swasono di peluncuran rem Prestone Brake Fluid DOT 4, GIIAS 2019, Tangerang, Jumat (26/7/2019).

"Berdasarkan kondisi iklim di Indonesia, tingkat kelembapannya itu 60 - 80 persen. Ini sangat berpengaruh terhadap kondisi cairan rem, begitu juga kemampuan pengeremannya. Jadi, dengan kandungan air sebanyak 3 persen titik didih cairan rem akan turun hingga lebih dari 100°C," katanya.

Baca juga: Tips Posisi Mobil Ketika di Jalan Tanjakan dan Turunan

Ketika titik didih cairan rem terlewati atau tidak sanggup lagi menahan panas yang bersumber dari gesekan kampas rem dan cakram lanjut Taqwa, rem akan rentan blong. Maka ada baiknya menggunakan cairan rem standar DOT 4 yang memiliki titik didih tinggi, 230°C ke atas.

"Maka baiknya ketika menganti kampas rem, lakukan pergantian cairan rem juga secara bersamaan. Hal ini berguna untuk menjaga di titik optimum kendaraan secara konsisten. Perhatikan juga produk yang diplih, sebisa mungkin pilih yang DOT 4," ujar Taqwa.

Sebagai informasi, ideal pergantian kampas rem adalah setiap kendaraan telah menempuh perjalanan 20.000 kilometer. Sedangkan cairan rem, paling lambat harus diganti saat kendaraan sudah digunakan sampai sekitar 30.000 km.

Baca juga: 3 Tips Ringan Rawat Mobil Mesin Turbo

"Mengingat kondisi di Jakarta yang padat kendaraan, baiknya selalu rutin untuk mengganti kampas rem dan juga cairan remnya sesuai rekomendasi tersebut. Jangan sampai komponen sistem pengereman seperti ABS, kaliper, dan pistom rem rusak, karena pergantiannya lebih mahal," ujar Taqwa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X