Pelabuhan Merak Terapkan Ganjil-Genap Saat Musim Mudik

Kompas.com - 13/05/2019, 03:31 WIB
Ribuan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memadati Dermaga IV Pelabuhan Merak saat terjadi ombak besar dan angin kencang, Jumat (1/12/2017). Rute penyeberangan Jawa-Sumatera di Selat Sunda terdampak siklon tropis Dahlia mengakibatkan kecepatan angin meningkat hingga 45 knot serta tinggi gelombang laut sampai 6 meter yang dapat mengancam keselamatan pelayaran membuat otoritas Syahbandar dan PT ASDP Merak menerapkan sistem buka tutup yang berdampak antrean kendaraan makin panjang.ANTARA FOTO/WELI AYU REJEKI Ribuan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memadati Dermaga IV Pelabuhan Merak saat terjadi ombak besar dan angin kencang, Jumat (1/12/2017). Rute penyeberangan Jawa-Sumatera di Selat Sunda terdampak siklon tropis Dahlia mengakibatkan kecepatan angin meningkat hingga 45 knot serta tinggi gelombang laut sampai 6 meter yang dapat mengancam keselamatan pelayaran membuat otoritas Syahbandar dan PT ASDP Merak menerapkan sistem buka tutup yang berdampak antrean kendaraan makin panjang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain sistem satu arah, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) juga akan menerapkan skema ganjil-genap di musim mudik Lebaran 2019. Penerapan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi (nopol) ini akan berlaku bagi kendaraan roda empat di Pelabuhan Merak, Banten.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Budi Setiyadi, pemberlakukan ganjil-genap di Pelabuhan Merak menjadi salah strategi guna mengantisipasi penumpukan kendaraan saat periode mudik mendatang.

Diprediksikan puncak arus mudik pada 2019 ini, jumlah mobil pribadi akan mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding 2018 lalu, yakni 15 persen atau mencapai 18.812 unit kendaraan.

"Untuk melancarkan situasi mudik pada saat puncak arus mudik nanti kami telah meminta PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengoperasikan dermaga eksekutif dengan layanan premium serta konektifitas dengan terminal terpadu Merak. Selain itu untuk imbauan ganjil-genap bagi kendaraan roda empat yang akan menyeberang dimulai tanggal 30 Mei-2 Juni 2019," kata Budi dalam siaran resminya, Minggu (12/5/2019).

Baca juga: Resmi, Mudik Lebaran Kemenhub Terapkan Satu Arah Sampai Brebes

Selain saat musim mudik, pemberlakukan ganji-genap juga akan berlaku untuk puncak arus balik pada 7 sampai 9 Juni 2019 mendatang. Budi menjelaskan himbauan ini berlaku untuk Pelabuhan Merak maupun Bakauheni.

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan yang melintas saat uji coba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta bisa mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan yang melintas saat uji coba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta bisa mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen.

Budi menjelaskan untuk pengendara mobil dengan tanda nomor kendaraan genap pada tanggal 30 Mei mulai pukul 20.00 WIB sampai tanggal 31 Mei pukul 08.00 WIB. Demikian seterusnya bergantian sampai tanggal 3 Juni pukul 08.00 WIB berlaku di Pelabuhan Merak.

"Dari Pelabuhan Bakauheni bagi yang menggunakan mobil dengan tanda nomor kendaraan ganjil dapat melintas mulai tanggal 7 Juni pukul 20.00 WIB sampai 8 Juni pukul 08.00 WIB, dan ini berlaku di Bakauheni sampai tanggal 10 Juni pukul 08.00 WIB," ujar Budi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X