Kemenhub Siapkan Skema "One Way" dan Ganjil Genap

Kompas.com - 07/05/2019, 11:37 WIB
Kendaraan pemudik melintasi jalan tol fungsional Bakauheni-Desa Hatta sepanjang sembilan kilometer, di Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (10/6). Memasuki H-5 Lebaran, arus mudik yang didominasi kendaraan dari Pulau Jawa mengalami peningkatan hingga sepuluh ribu kendaraan yang melintas menuju arah Kota Bandar Lampung. ANTARA FOTO/Ardiansyah Kendaraan pemudik melintasi jalan tol fungsional Bakauheni-Desa Hatta sepanjang sembilan kilometer, di Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (10/6). Memasuki H-5 Lebaran, arus mudik yang didominasi kendaraan dari Pulau Jawa mengalami peningkatan hingga sepuluh ribu kendaraan yang melintas menuju arah Kota Bandar Lampung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) tengah menyiapkan strategi manajemen lalu lintas dalam menyambut musim mudik 2019. Ada dua konsep yang siap diterapkan untuk memperlancar angkutan lebaran tahun ini, yakni jalur satu arah (oneway) atau penerapan ganjil genap di tol.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dengan jalan tol yang sudah terhubungan dari Jakarta hingga Surabaya akan berpotensi menarik minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi, untuk itu diperlukan manajemen lalu lintas agar tidak ada kepadatan.

"Presiden berpesan agar mudik tahun ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami bersama-sama telah menyiapkan dua konsep manajemen lalu lintas, jalur satu arah dan penerapan ganjil genap. Nanti akan kita finalkan manajemen lalu lintas apa yang akan diterapkan dan saya yakin Kakorlantas dapat menjalankan dengan baik," ucap Budi yang disitat dari laman resmi Biro Komunikasi dan Indormasi Publik Kemenhub, Selasa (7/5/2019).

Baca juga: Sambut Mudik, Tak Ada Transaksi Tol di Cikarang Utama

Dua konsep tersebut disiapkan agar mudik yang dijalani masyarkat, terutama pengguna jalan tol bisa nyaman dan lancar. Meski sudah ada kebijakan seperti pemindahan gerbang Tol Cikaran Utama, tetapi dengan ekspektasi masyarakat yang tinggi untuk mencoba tol baru, maka perlu diperlukan antisipasi lain.

Lebih lanjut Budi meminta masyarakat untuk mengerti atas keputusan yang nantinya akan diterapkan guna kepentingan kelancaran mudik di tahun ini.

"Kita ini bukan karena kita ingin aneh-aneh, kita lakukan ini semua karena justru agar masyarakat dapat mudik dengan nyaman dan lancar," kata Budi.

Kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, mengatakan berdasarkan hasil survei Angkutan Lebaran 2019 dari Badan Libang Perhubungan, menyebutkan total jumlah pemudik dari Jabodetabek diperkirakan mencapai 14,9 juta.

Baca juga: Kemenhub Siapkan 1.200 Bus Mudik Gratis 2019

Berdasarkan jumlah itu terbagi dalam tiga provinsi tujuan mudik, yakni Jawa Tengah 5,6 juta lebih pemudik tau 37,68 persen dari total pemudik Jabodetabek, Jawa Barat 3,7 juta lebih atau mencapai 24,89 persen, dan Jawa Timur sebanyak 1,6 juta lebih atau 11,14 persen.

"Di Jawa Tengah terdapat tiga kota tujuan terbanyak yaitu Surakarta sebanyak 642.000 lebih pemudik atau sekitar 4,31 persen dari total pemudik Jabodetabek, Semarang 563.000 lebih atau 3,78 persen, dan Tegal sekitar 354.000 lebih atau 2,38 persen," ucap Budi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X