Sambut Mudik, Tak Ada Transaksi Tol di Cikarang Utama

Kompas.com - 15/04/2019, 12:43 WIB
Antrean kendaraan di Gerbang Tol Cikarang Utama(GARRY ANDREW LOTULUNG/Kompas.com) Antrean kendaraan di Gerbang Tol Cikarang Utama

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, siap menggeser titik transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama 1, Tol Jakarta- Cikampek. Langkah ini diambil sebagai persiapan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran di 2019.

Titik transaksi Cikarang Utama yang semula berada di Km 29 akan dipindah ke Km 70 (GT Cikampek Utama) untuk melayani lalu lintas dari dan menuju Jawa Tengah. Sementara untuk ke arah Bandung akan ditempatkan pada KM 67 Tol Cipularang (GT Kalihurip Utama).

General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy L Lukman, mengakatakan proses pembangunan GT Cikampek Utama sudah berjalan dengan baik dan diperkirakan bisa dioperasikan saat arus mudik nanti.

Baca juga: Kemenhub Siapkan 1.200 Bus Mudik Gratis 2019

"GT Cikampek Utama diharapkan mampu menjadi solusi untuk kepadatan lalu lintas yang sebelumnya kerap terjadi di GT Cikarang Utama 1. Kami optimis saat arus mudik berlangsung, pelayanan GT Cikampek sudah beroperasi," ucap Raddy dalam keterangan resminya, Senin (15/4/2019).

Untuk mengadapi momen arus mudik dan balik Lebaran, Jasa Marga juga fokus pada tiga hal utama, yakni kepasitas, keselamatan, dan rest area. Untuk kapasitas yang dimaksud adalah mengenai muatan di gerbang-gerbang tol.

Jembatan Kalikuto menjalani uji beban pada 8 dan 9 November 2018.Dok. Humas Ditjen Bina Marga kementerian PUPR Jembatan Kalikuto menjalani uji beban pada 8 dan 9 November 2018.

Guna mengurai kepadatan, Jasa Marga akan melakukan penambahan jumlah gardu, baik yang permanen ataupun gardu yang sifatnya untuk peak season. Sementara untuk safety, Jasa Marga juga akan menambah rambu-rambu serta rubber-rubber strip, dan beberapa perlangkapan penujang agar masyarakat tidak binggung saat melintasi Tol Trans Jawa.

"Sejak Tol Trans Jawa mulai dioperasikan pada 21 Januari lalu, kami pelajari selama dua bulan lebih, kami evaluasi dan prediksi perhitungan kapasitas saat mudik-balik. Jadi semua ini rata-rata kita tambah," kata Direktur Utama Jasa Marta Desi Arryani.

Baca juga: Sebentar Lagi Bayar Tol Enggak Perlu Berhenti

Sementara untuk kesiapan rest area, cakupannya terdiri dari ketersedian parkir, kapasitas toilet, kondisi tempat ibadah, sampai pom bensin. Menurut Desi, sampai saat ini memang belum semuanya selesai, namun dipastikan bakal siap untuk arus mudik-balik Lebaran nanti.

"Kami masih punya waktu sekitar satu setengah bulan lagi untuk mengejar kesiapan mudik-balik. Jangan sampai rest area justru menjadi penyebab kemacetan," ucap Desi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X