Bridgestone Coba Bertahan Jadi OEM

Kompas.com - 09/04/2019, 17:02 WIB
Pengujian Turanza T005A di proving ground pabrik Bridgestone, di Karawang, Sabtu (12/5/2018). Bridgestone IndonesiaPengujian Turanza T005A di proving ground pabrik Bridgestone, di Karawang, Sabtu (12/5/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencapaian penjualan Bridgestone sepanjang 2018 diklaim cukup positif. Paling penting, bisa mempertahankan pangsa pasar sebagai pemasok resmi (original manufacturer equipment/OEM) ban untuk pabrikan, serta di pasar ban pengganti mobil penumpang.

Bahkan, hasil positif juga terjadi di segmen kendaraan niaga. Pangsa pasar merek ban asal Jepang itu dominan sebagai pemasok ban OEM serta pasar ban pengganti di kendaraan niaga.

"Kami selalu berusaha untuk menyediakan produk dan layanan terbaik bagi konsumen di Indonesia, sesuai dengan filosofi perusahaan kami," ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Akihito Ishii di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Baca juga: Catat, Pentingnya Melakukan Rotasi Ban Mobil

Ishii melanjutkan, untuk tahun ini menargetkan untuk dapat menjadi pilihan utama dari para konsumen di Indonesia. Bahkan, awal 2019 ini sudah dipercaya juga sebagai ban OEM untuk All New Toyota Camry, New Toyota Avanza, dan New Daihatsy Xenia.

"Kami juga untuk kendaraan niaga, saat ini juga tengah dalam tahap finalisasi sebagai pemasok ban OEM untuk salah satu pabrikan truk terbesar di Indonesia," kata dia.

Tahun ini, pada Juli 2019 akan berpartisipasi di salah satu pameran otomotif terbesar di Indonesia, yaitu GIIAS 2019. Bahkan, bakal meluncurkan satu produk baru di segmen sport di kelas premium.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X