Peraturan Baru, Ojek Online Harus Pakai Sepatu dan Sarung Tangan

Kompas.com - 26/03/2019, 13:24 WIB
Pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pusat Grab di Lippo Kuningan, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Terdapat tiga tuntutan pada aksi tersebut yaitu adanya perjanjian kemitraan antara aplikator dan pengemudi ojekonlineyang adil dan transparan, aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi, bukansupply demandalgoritma, dan menghilangkan potongan komisi 20 persen bagi aplikator. MAULANA MAHARDHIKAPengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pusat Grab di Lippo Kuningan, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Terdapat tiga tuntutan pada aksi tersebut yaitu adanya perjanjian kemitraan antara aplikator dan pengemudi ojekonlineyang adil dan transparan, aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi, bukansupply demandalgoritma, dan menghilangkan potongan komisi 20 persen bagi aplikator.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 12 Tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. Peraturan yang ditandatangani 11 Maret lalu ini sudah resmi berlaku dan menjadi acuan stake holder dalam melaksanakan tugas.

Salah satu yang diatur dalam peraturan ini adalah mengenai keselamatan pengendara dan penumpang sepeda motor. Ini sebelumnya sudah dibahas di UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, namun kali ini lebih spesifik mengenai pengendara dan juga penumpang ojek online.

Dalam pasal 4 ayat a sampai k peraturan ini berisi, pemenuhan aspek keselamatan paling sedikit harus memenuhi beberapa ketentuan. Antara lain, pengemudi dalam keadaan sehat, menggunakan kendaraan bermotor dengan STNK yang masih berlaku, memiliki SIM C dan memiliki SIM D untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas.

Selanjutnya, pengemudi mematuhi tata cara berlalu lintas di jalan, tidak membawa penumpang melebihi dari satu orang, menguasai wilayah operasi, menggunakan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang akan dioperasikan.

Berlaku Mei 2019, Simak Besaran Tarif Ojek Online

Pengemudi melakukan perawatan kendaraan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam buku perawatan yang dikeluarkan APM, dan mengendarai sepeda motor dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Masih pada pasal 4, diatur juga mengenai apa yang harus digunakan pengemudi. Pengemudi harus memakai jaket dengan bahan yang dapat memantulkan cahaya disertai dengan identitas pengemudi, menggunakan celana panjang, sepatu, sarung tangan, membawa jas hujan dan baik pengemudi maupun penumpang menggunakan helm berstandar SNI.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X