Toyota Siap Produksi Lokal Hibrida di Indonesia

Kompas.com - 11/03/2019, 08:02 WIB
Pabrik TMMIN I di Karawang, Jawa Barat, yang memproduksi Toyota Fortuner dan Innova. TMMINPabrik TMMIN I di Karawang, Jawa Barat, yang memproduksi Toyota Fortuner dan Innova.

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Motor Corporation (TMC) sebagai prinsipal atau induk perusahaan, sudah menyatakan bahwa Toyota tidak keberatan untuk melakukan produksi lokal mobil berteknologi hybrid di Indonesia. Hanya saja, masih harus menunggu peraturan dari pemerintah.

Merek otomotif asal Jepang itu masih menunggu regulasi atau aturan dari pemerintah terkait program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy, mengatakan, apabila mengutip dari pernyataan Presiden TMC Akio Toyoda, maka prinsipal pun tidak masalah memberikan kewenangan kepada Toyota Indonesia untuk merakit lokal mobil hibrida.

"Apabila pemerintah mewajibkan, maka kita siap. Tentunya kami juga masih menunggu keputusan dari pemerintah terkait peraturan itu," ujar Anton pekan lalu di kawasan Jakarta Pusat.

Baca juga: Hasil Riset PTN Sebut Hybrid dan PHEV Ideal untuk Indonesia

Anton melanjutkan, meski sudah berkomitmen seperti itu tetapi segmen mana atau melalui model mana teknologi hibrida tersebut akan disematkan, maksih belum diketahui. Apalagi pertaturan pemerintah belum dirilis, sehingga tidak bisa diketahui lebih lanjut lagi.

"Setelah peraturan itu keluar, kita butuh sebenar untuk mempelajari, kemudian mengambil langkah selanjutnya," ucap Anton lagi.

Menurut Anton, karena pemerintah menargetkan 20 persen dari total penjualan mobil baru di Indonesia pada 2025 disumbangkan oleh mobil listrik, maka harus berani bermain di segmen yang memiliki volume penjualan besar.

"Jadi tidak mungkin hanya sedan saja, tetapi harus ke segmen lain seperti MPV, hatchback dan lain sebagainya yang memang akan kita pelajari bersama juga nantinya," kata dia.

Kesiapan TMMIN

Belum lama ini, Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono juga pernah mengatakan bahwa pabriknya itu tidak masalah jika diminta untuk memproduksi mobil berteknologi hibrida.

Toyota Sienta HybridAditya Maulana - KompasOtomotif Toyota Sienta Hybrid

Proses perakitan itu kan sebenarnya sederhana, yang tidak sederhana itu bagaimana menyiapkan rantai pasokan,” kata Warih beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Sebagai contoh, pada teknologi hibrida Sienta, dikatakan Warih komponen yang paling sulit diproduksi lokal adalah baterai. Sienta menggunakan baterai nickel–metal hydride yang bisa diisi ulang.

Menurut dia, baterai memang hanya sekian persen dari bagian mobil tapi justru paling krusial. Tetapi, pada dasarnya TMMIN bisa memporoduksi mobil hibrida.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X