AISI Prediksi Penjualan Motor Stagnan di 2019

Kompas.com - 16/01/2019, 07:22 WIB
Salah soorang sales promotion girl (SPG) berpose di salah satu produk CRF yang dipajang di stan yang dibuka Honda selama Indonesia International Motor Show (IIMS), JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Kompas.com/Alsadad RudiSalah soorang sales promotion girl (SPG) berpose di salah satu produk CRF yang dipajang di stan yang dibuka Honda selama Indonesia International Motor Show (IIMS), JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Sepeda Motor Indonesia ( AISI) menutup tahun 2018 dengan penjualan sepeda motor nasional mencapai 6.383.111 unit. Jumlah tersebut diklaim melebihi target yang sebelumnya telah ditetapkan.

Memasuki lembaran baru di 2019, AISI juga masih memasang target yang serupa dengan pencapaian di 2018. Menurut Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala, secara garis besar penujalan motor dipasar domestik tidak akan berbeda jauh, apalagi dengan situasi ekonomi di tahun yang kental dengan nuansa politik ini.

"Proyeksinya dan target penjualan kami masih tetap sama, masih dikisaran 6,3 juta unit. Kami sedang mengamati fenomena perang dagang yang mungkin saja akan memberikan dampak luas, seperti turunnya komoditas yang membuat penjualan juga akan tergangu," ujar Sigit saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (14/1/2019).

Baca juga: Penjualan Motor 2018 Tembus 6,3 Juta Unit

Menurut Sigit, pada 2018 lalu penjualan motor terkerek dengan meningkatnya harga komoditas yang merangsang penjualan pad beberapa bulan terakhir. Namun bila perang dagang terus berlangsung, bisa memberikan dampak nilai tukar yang melemah yang berakibat ada komoditi yang ikut melemah.

Inspirasi modifikasi motor-motor Suzuki di IMOS 2018stanly Inspirasi modifikasi motor-motor Suzuki di IMOS 2018
Sedangkan dari sisi isu politik sendiri, Sigit menjelaskan bila dampaknya tidak akan signifikan. Namun untuk lebih pastinya baru akan terlihat antara tiga sampai empat bulan kedepan.

"Kalau dari AISI sendiri menempatkan kondisi pasar di 2019 ini akan cederung stagnan, karena itu juga secara target kami tidak akan berbeda dengan di 2018 lalu. Tapi kita lihat nanti apakah akan ada perubahan dalam kurun waktu tiga sampai empat bulan," ujar Sigit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X