Berkendara di Jalan Tol, Bukan Hanya soal Injak Gas - Kompas.com

Berkendara di Jalan Tol, Bukan Hanya soal Injak Gas

Kompas.com - 07/01/2019, 13:22 WIB
Pemandangan ruas Jalan Tol Trans Jawa.Twitter: Joko Widodo, @jokowi Pemandangan ruas Jalan Tol Trans Jawa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara di jalan bebas hambatan atau tol bisa jadi mempersingkat waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain. Tol menyediakan ruang bagi pengemudi untuk melaju lebih cepat dari jalan biasa.

Salah satunya dirasakan tim Kompas.com saat melakukan komparasi Tol Trans Jawa dengan Pantura pekan lalu. Diketahui perbedaan waktu tempuh kedua jalur cukup signifikan yang membuat perjalanan Jakarta ke Surabaya lebih cepat.

Namun dari kemudahan tersebut terselip kehati-hatian saat di perjalanan. Waktu tempuh yang semakin singkat berarti ditempuh dengan kecepatan yang cukup kencang.

Lantas bagaimana sikap yang tepat saat berkendara dengan kecepatan tinggi? Senior Driving Consultant dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengungkapkan berkendara di tol baiknya mengikuti batas kecepatan yang ditetapkan.

Baca juga: Cara Memanfaatkan Jalur Penyelamat di Jalan Tol

“Kenapa? Karena semakin kencang jarak pandang akan semakin menyempit. Kedua karena ada pengaruh adrenalin,” ucap Sony saat dihubungi Senin (6/1/2019).

Semakin kencang kendaraan akan membuat adrenalin meningkat. Meningkatnya adrenalin ini harus diikuti dengan akal sehat pengemudi untuk memperkirakan kendaraan dapat berhenti dengan aman atau tidak.

"Jika jawabannya adalah ya, pertanyaan selanjutnya adalah apakah pengemudi dapat menghentikan kendaraan dengan tetap membuat penumpang nyaman, kendaraan tidak selip, atau memperkirakan kemampuan kendaraan untuk berhenti dengan baik,” ucap Sony.

Sony mengingatkan, di jalan tol beragam faktor yang tidak terpikirkan bisa jadi penyebab kecelakaan. Misalnya embusan angin dari samping kendaraan, permukaan jalan yang tidak rata serta cuaca.

Baca juga: Berkendara Aman Ketika Melintas di Jalur Tol Trans Jawa

“Belum lagi misal soal kelembaban udara di tiap daerah yang dilewati. Meski terlihat tidak berpengaruh bisa saja itu jadi penyebab kecelakaan. Satu dua kali tidak terpengaruh, tapi belum tentu di perjalanan ke tiga dan seterusnya. Maka perhatian pada kecepatan harus disikapi serius,” ucap Sony.

Untuk itu, selama perjalanan pengemudi baiknya selalu waspada dan awas terhadap kondisi sekeliling. Berkendara sesuai dengan kecepatan yang ditentukan tidak masalah, asal mengetahui kondisi jalan dan mobil yang dibawanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X