Berkendara Aman Ketika Melintas di Jalur Tol Trans-Jawa

Kompas.com - 07/01/2019, 08:42 WIB
Menjajal tujuh ruas tol baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah bersama Mitsubishi XpanderMMKSI Menjajal tujuh ruas tol baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah bersama Mitsubishi Xpander

SURABAYA, KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia, khususnya yang akan melakukan perjalanan ke daerah Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, bisa melintasi jalan Tol Trans Jawa. Sebab, lebih efektif dalam hal waktu tempuh perjalanan.

Sebagai patokan, ketika tim redaksi KompasOtomotif melakukan komparasi jalur Trans-Jawa versus jalur Pantura (Pantai Utara). Menggunakan dua unit Mitsubishi Xpander, yang melintas jalan Tol dari Km 57 bisa tiba di Surabaya, Jawa Timur dengan waktu selama sembilan jam.

Sementara tim satu lagi dari Km 57 dengan melintas sepanjang jalur Pantura, bisa tiba di Surabaya selama 15 jam. Jadi, selisihnya sekitar enam jam atau lebih cepat melintasi jalan Tol Trans Jawa.

Bicara mengenai melintas di jalan bebas hambatan, sudah pasti banyak tantangan yang akan dihadapi oleh pengemudi. Apalagi Tol Trans-Jawa (Jakarta-Surabaya) didominasi oleh jalan lurus, sehingga bisa timbul rasa lelah atau mengantuk.

Baca juga: Keseruan Xpander Jajal Tol Trans-Jawa [GALERI]

Tips dari Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), agar tetap selama selama di perjalanan maka harus melakukan hal berikut ini.

Menurut Jusri, paling utama lakukan istirahat setiap dua jam sekali. Bisa berhenti di rest area untuk melakukan makan atau minum, atau sekadar diam.

Fenome menyalip dari kiri di ruas Panturan saat Komprasi Jalur Trans Jawa Fenome menyalip dari kiri di ruas Panturan saat Komprasi Jalur Trans Jawa

Selain itu, pengemudi juga harus selalu awas terhadap kondisi di sekitar. Sebagai contoh, melihat ke kaca spion setiap saat, agar mata tidak terfokus ke bagian depan saja.

Bahkan, bukan hanya melihat tetapi harus membaca situasi di sekitar. Misal, kata Jusri setelah melihat spion apakah ada kendaraan lain, jika ada prediksi mobil itu akan berjalan ke arah mana dan lain sebagainya.

"Kalau sudah membaca situasi seperti itu, kita bisa lebih awas diri ketika ada hal yang tidak diinginkan," kata dia.

Jusri menyarankan, dalam satu hari juga tidak boleh berkendara lebih dari 10 jam. Apabila melebihi batas itu, harus segera istirahat atau tukar posisi mengemudi dengan orang lain.

"Karena batas maksimal orang mengemudi dalam satu hari itu 10 jam, sudah termasuk istirahat. Paling penting lakukan istirahat setiap dua jam sekali," ujar Jusri.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X