Jika Sampai ke Himalaya, Viar Jadi Kebanggaan Indonesia

Kompas.com - 27/08/2018, 12:02 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi (kanan) dan Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa menjajal skuter listrik Viar saat acara pelepasan Gunadi ke Himaya di Kantor Kemenhub, Jakarta, Minggu (26/8/2018). Kompas.com/Alsadad RudiDirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi (kanan) dan Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa menjajal skuter listrik Viar saat acara pelepasan Gunadi ke Himaya di Kantor Kemenhub, Jakarta, Minggu (26/8/2018).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang biker  Indonesia bernama Gunadi (41) telah memulai perjalanannya ke Himalaya. Untuk mencapai pegunungan tertinggi di dunia tersebut, Gunadi menggunakan Viar Vortex 250.

Viar merupakan brand sepeda motor rakitan Indonesia. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menilai merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia jika misi motor buatan Viar bisa sampai ke Himalaya.

"Kita bangga sebagai bangsa Indonesia bisa memproduksi motor sendiri. Ini karya anak bangsa," kata Budi saat acara pelepasan Gunadi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (26/8/2018).

Baca juga: Pakai Motor Merek Lokal, Gunadi Mau Kibarkan Merah-Putih di Himalaya

Pelepasan Gunadi (41) beserta sepeda motor Viar Vortex 250 yang dikendarainya ke Pegunungan Himalaya dari Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Minggu (26/8/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Pelepasan Gunadi (41) beserta sepeda motor Viar Vortex 250 yang dikendarainya ke Pegunungan Himalaya dari Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Minggu (26/8/2018).

Gunadi akan menempuh perjalanan sepanjang 15.0000 kilometer melintasi enam negara. Total waktu tempuh diperkirakan mencapai 70 hari. Gunadi dijadwalkan akan tiba dan mengibarkan bendera Merah Putih di Himalaya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018.

"Jika nantinya sampai, artinya produksinya bagus dan menunjukan pada dunia inilah Indonesia," ucap Budi.

Viar tercatat mulai eksis di pasar otomotif roda dua di Indonesia sejak awal 2000-an. Selama berkiprah di pasar sepeda motor dalam negeri, penerimaan masyarakat terhadap pabrikan yang bermarkas di Semarang ini harus diakui baru sebatas di segmen niaga.

Dari segi penjualan, produk buatan Viar yang relatif laku di pasaran hanyalah motor gerobak.

Baca juga: Mimpi Merek Motor Indonesia Sampai ke Puncak Tertinggi Dunia

Pelepasan Gunadi (41) beserta sepeda motor Viar Vortex 250 yang dikendarainya ke Pegunungan Himalaya dari Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Minggu (26/8/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Pelepasan Gunadi (41) beserta sepeda motor Viar Vortex 250 yang dikendarainya ke Pegunungan Himalaya dari Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Minggu (26/8/2018).

Namun kini Viar mulai gencar memperkenalkan motor-motor solo-nya ke pasaran. Jenisnya pun beragam, dari mulai motor listrik, trail, retro, hingga adventure seperti Vortex 250 yang dipakai Gunadi.

Baca juga: Viar Bukan Cuma Motor Gerobak

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan perjalanan ini. Karena selain untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia, kegiatan ini juga akan menguji kemampuan Viar Vortex 250 sebagai kendaraan yang tangguh dan mampu untuk melibas jalanan di segala kondisi," kata Corporate Manager PT Triangle Motorindo Deden Gunawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X