Datsun Bidik Ekspor ke Negara Setir Kanan

Kompas.com - 21/08/2018, 16:03 WIB
Dua unit Datsun Cross yang digunakan kru Kompas.com dalam perjalanan Merapah Trans Jawa 3.Kompas.com/Alsadad Rudi Dua unit Datsun Cross yang digunakan kru Kompas.com dalam perjalanan Merapah Trans Jawa 3.

TANGERANG, KOMPAS.com - Datsun merupakan salah satu produsen mobil yang sudah memproduksi sendiri produknya di Indonesia. Namun sampai sejauh ini lini mobil murah dari Nissan ini belum melakukan aktivitas ekspor.

Global Head of Datsun Jose Roman menyatakan sampai saat ini pihaknya masih fokus pada aktivitas penjualan di dalam negeri. Namun Roman menyebut wacana untuk mengekspor mobil Datsun buatan Indonesia ke negara lain memang ada.

Bila nantinya bisa direalisasikan, Roman menyebut kemungkinan tujuannya adalah negara-negara yang memberlakukan konfigurasi kemudi kanan (lalu lintas di jalur sebelah kiri). Peraturan tersebut sama dengan yang diberlakukan di Indonesia.

"Ke negara yang peraturan setirnya ada di sebelah kanan," kata Roman dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Datsun Cross Masih Butuh Waktu buat Berkembang

Global Head of Datsun Jose Roman saat ditemui di arena GIIAS 2018 di ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (1/8/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Global Head of Datsun Jose Roman saat ditemui di arena GIIAS 2018 di ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (1/8/2018).

Pasca mati suri selama beberapa dekade, Datsun memulai kembali aktivitasnya pada 2014. Dimulai di empat negara, masing-masing Indonesia, India, Afrika Selatan dan Rusia.

Setelah beberapa tahun, Datsun kemudian melakukan ekspansi ke negara lain, Roman mencontohkannya seperti ke Sri Lanka dan Nepal. Tak hanya itu, beberapa negara yang juga tercatat menjadi tujuan penjualan Datsun adalah Kazakhstan, Belarusia, dan Lebanon.

Roman sendiri masih merahasiakan negara mana lagi yang akan menyusul. Dia menyebut saat ini studi terkait hal tersebut sudah mulai dilakukan.

Baca juga: Empat Tahun Eksis, Datsun Kumpulkan Ribuan Konsumen

"Kami masih melakukan studi untuk memperluas pasar. Saya belum bisa mengatakannya sekarang," ucap Roman.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X